Pasca Panen

Kegiatan pengolahan pasca panen terdiri atas dua unit produksi yaitu unit Rumah Potong Hewan (RPH) dan Unit Pengolahan Hasil Ternak Sapi (Pabrik Value Added). Unit rumah potong hewan dibangun berdasarkan good manufacturing practices (GMP) dan telah bersertifikat halal. Kegiatan di RPH ditujukan untuk menyediakan bahan baku daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Unit ini berintegrasi dengan kegiatan penggemukan sapi dimana hasil penggemukan sapi potong didistribusikan kepada unit RPH untuk dilakukan proses pemotongan.

Selain itu, unit ini juga melayani jasa pemotongan hewan bagi masyarakat sekitar. Selain bertujuan untuk melayani masyarakat melaui jasa pemotongan hewan, tujuan utama dari unit ini adalah menjamin keamanan daging segar yang dihasilkan melalui penerapan food safety management system (FSMS). Daging segar memiliki keterbatasan mengingat sifatnya yang mudah rusak. Salah satu alternatif dilakukan upaya pengolahan menjadi produk olahan daging. Olahan daging adalah daging yang diperoleh dari hasil pengolahan dengan metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan, misalnya sosis, dendeng, daging burger dan daging olahan dalam kaleng dan sebagainya (Desroiser, 1988).

pasca panen

Pengolahan daging menjadi produk jadi bertujuan untuk meningkatkan masa simpan, menambah citarasa, dan meningkatkan nilai ekonomis daging. Menurut Saragih (2005) beberapa bentuk produk olahan yang diminati konsumen dewasa ini adalah produk olahan daging olahan yang memenuhi fungsi praktis dan efisien yakni, siap guna (ready for used), siap saji (ready to cook) dan siap konsumsi (ready to eat).

Daging yang dihasilkan dari RPH digunakan sebagai bahan baku bagi unit value added. Salah satu cara untuk mendistribusikan daging sapi ke masyarakat adalah dalam bentuk produk olahan. Produk ini merupakan salah satu alternatif untuk kemamanan pangan dalam menyediakan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat terutama untuk Negara berkembang (Rao, 2006). Peran unit value added di TP adalah menyediakan produk olahan daging yang berbahan baku daging dari kegiatan penggemukan sapi.Selain bertujuan untuk menjangkau masyarakat luas, kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik minat swasta untuk mengadopsi teknologi pengolahan yang digunakan mengingat sektor industri pangan merupakan salah satu sektor industri yang menarik bagi pihak swasta.

Hal ini penting dalam usaha memeratakan produk daging dan turunanya kepada masyarakat. Produksi masal oleh pihak swasta akan menghasilkan harga produk lebih terjangkau dan distribusinya luas. Selain peningkatan produksi, segi kualitas pengembangan produk perlu juga dilakukan guna meningkatkan jaminan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan. Klaster ini juga melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap UKM setempat untuk meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan produk olahan daging yang berkualitas. Produk yang sudah dihasilkan dari kegiatan ini adalah karage, katshu, dan beef stik dengan berbagai rasa. Klaster pasca panen ini menjadi ujung tombak kegaiatan hilirisasi produk ke masyarakat.