Sinkronisasi Berahi, Inseminasi Buatan dan Pengambilan Sampel Darah Sapi

Sehubungan dengan kegiatan penelitian yang berjudul “Aplikasi Sistem Rekording Pembibitan dan Aplikasi Formulasi Pakan Penggemukan Sapi Bali di Banyumulek NTB” untuk program DIPA Tematik TA 2016, maka perjalanan ini dilakukan. Kawasan Technopark (TP) Banyumulek merupakan kawasan agrowisata yang berbasis IPTEK dan diharapkan dapat diterapkan di daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa bimbingan teknis telah dilakukan oleh LIPI kepada pelaku usaha di sekitar kawasan TP Banyumulek. Khusus bagi peternak, pada awal tahun 2016 telah dilakukan sosialisasi standar rekording dan teknis cara rekording sapi bagi para peternak di kawasan TP Banyumulek. Praktek rekording ternak di lapangan tidak akan berhasil apabila tidak disertai dengan ketekunan dari peternak sendiri. Pemahaman peternak tentang pentingnya rekording juga belum sepenuhnya diketahui oleh peternak.

Kegiatan Kordinasi dengan Tim Rekording

Berdasarkan hasil diskusi dengan tim rekording di kawasan TP Banyumulek, diketahui bahwa telah mulai dilakukan kegiatan rekording untuk kelompok sapi penelitian sebanyak 19 ekor (11 jantan untuk penggemukan dan 8 ekor betina untuk kegiatan pembibitan) dan sapi Bull yang dikelola oleh BIB juga akan mulai dicatat performanya dan dijadwalkan untuk penimbangan bobot badan sapi Bull dilakukan setiap hari Jumat. Kelompok sapi indukan milik dinas Peternakan Provinsi NTB sudah mulai dilakukan rekording, namun baru 27 ekor yang dapat direkording. Hal ini dapat terjadi karena sapi-sapi yang pada awalnya berjumlah sekitar 200 ekor, saat ini hanya sekitar 100 ekor yang dikandangkan, sisanya dipelihara secara ekstensif sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan rekording dengan hanya mengandalkan satu orang supervisor rekording. Sapi-sapi yang dipelihara di kandang juga masih terbatas jumlahnya yang dapat direkording, hal ini terjadi karena petugas kandang (anak kandang) tidak dapat membantu proses rekording karena waktu dan tenaga mereka sudah digunakan untuk melakukan tugas utama mereka yaitu mencari/mengambil pakan dan memberi makan sapi-sapi. Belum ada kebijakan dari Dinas Peternakan Provinsi NTB untuk memberikan insentif tambahan bagi anak kandang agar dapat membantu proses rekording, sementara LIPI hanya dapat memberikan tambahan insentif bagi satu orang supervisor rekording.

 

Kegiatan Sinkronisasi Berahi dan Inseminasi Buatan

penyuntikan hormon

            Pada tanggal 26 September 2016, telah dilakukan proses sinkronisasi berahi terhadap sapi-sapi dara yang dikelola bersama oleh LIPI dan Dinas Peternakan Provinsi NTB. Sapi-sapi dara tersebut berjumlah delapan ekor, namun pada prosesnya, sinkronisasi berahi hanya dilakukan terhadap tujuh ekor saja karena ada satu ekor sapi dara tersebut yang ternyata sudah dalam kondisi bunting sekitar 5 bulan. Belum diketahui pasti dengan sapi pejantan mana sapi dara tersebut dikawinkan, namun menurut petugas kandang, sapi tersebut tidak pernah di-IB oleh karena itu kemungkinan besar sapi tersebut bunting karena kawin alam, namun kapan dan bagaimana masih belum diketahui. Pada tanggal 29 September 2016 telah dilakukan kegiatan inseminasi buatan terhadap tujuh ekor sapi dara menggunakan straw sperma sexing yang telah dihasilkan dari kegiatan TP Banyumulek. Sperma sexing yang digunakan adalah sperma X (betina) dengan tujuan menghasilkan pedet betina agar menjadi indukan dalam rangka meningkatkan populasi. Program inseminasi terhadap tujuh ekor sapi dara tersebut dapat dijelaskan dalam Tabel 1. berikut:

Tabel 1 viagra france paris. Program Sinkronisasi dan Inseminasi Buatan

No. ID Sapi (Neck Tag) Tanggal Sinkronisasi Berahi Tanggal IB Pelaksanaan IB Pejantan/Straw Dosis Straw
1 Agnes 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Baros X 0,5 cc
2 Ayu 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Haemsa X 0,25 cc
3 Luna 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Afgan X 0,25 cc
4 Anisa 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Suriat X 0,25 cc
5 Asifa 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Mansa X 0,25 cc
6 Anggi 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Bonong X 0,5 cc
7 Andita 26 September 2016 29 September 2016 2 kali (Pagi dan Sore) Awe X 0,25 cc

Kegiatan Pengambilan sampel Darah Sapi

            Pada tanggal 27-28 September 2016, dilakukan pengambilan sampel darah sapi Bali yang dikelola bersama LIPI dan Dinas Peternakan Provinsi NTB dan sapi-sapi dikandang lainnya. Tujuan pengambilan sampel darah adalah untuk analisa genetik di laboratorium LIPI di Cibinong. Jumlah sampel darah yang diperoleh adalah sebanyak 71 sampel dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 2. Rincian Sampel Darah

Breed Sapi Jenis Kelamin Lokasi Pengambilan Jumlah
Bali Jantan Kandang Penelitian LIPI 11
Bali Betina Kandang Penelitian LIPI 8
Bali Jantan Kandang SUP 13
Bali Betina Kandang SUP 12
Bali Betina Kandang Indukan 27
Jumlah 71

 

pengambilan sampel darah sapi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *