Konsentrat Pakan Ternak

Peningkatan produktivitas ternak sapi potong di Indonesia merupakan suatu tuntutan yang harus dicapai melalui pemberian pakan yang efisien, karena pada saat ini produktivitasnya belum maksimal dengan rata-rata pertambahan bobot badan sekitar 0.6-0.8 kg/ekor/hari. Produktivitas sapi potong berhubungan erat dengan fungsi kerja rumen sebagai organ utama fermentasi pakan. Untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kesehatan sapi potong yang optimum perlu penambahan pakan tambahan berupa konsentrat dan pakan tambahan/imbuhan seperti probiotik. Konsentrat yang berkualitas akan dicerna sekitar 60% di rumen dan sisanya di saluran pencernaan setelah rumen.
Konsentrat adalah pakan sumber protein dan sumber energi sebagai pelengkap pakan dan/atau imbuhan pakan (SNI 2009). Konsentrat sebagai pakan tambahan memiliki kandungan nutrisi berkualitas untuk program penggemukan sapi bali, indukan dan pejantan di TP Banyumulek
Pemberian konsentrat diperhitungkan berdasarkan konsumsi bahan kering per bobot badan sapi (2-3% BK dari BB sapi)
a.    Rendah; diberikan sekitar 30-40%, dapat diberikan secara panjang selama pemeliharaan
b.    Sedang; diberikan sekitar 50-60%, dapat diberikan secara panjang selama 6 pemeliharaan
c.    Tinggi; diberikan sekitar 70-80%, dapat diberikan dalam waktu pendek 2-4 bulan pemeliharaan.
Bahan-bahan konsentrat dapat berasal dari berbagai sumber yang tersedia dalam jumlah banyak di sekeliling kita. Campuran bahan-bahan tersebut akan menghasilkan konsentrat yang berkualitas berdasarkan formulasi yang baik generic equivalent viagra. Bahan konsentrat dari pertanian dan limbahnya seperti jagung, kedelai, dedak padi, onggok, kulit dan tongkol jagung, daun dan kulit singkong, kulit kopi dan kulit kakao. Dari limbah industri pangan dan perkebunan seperti ampas tahu, ampas kecap, ampas bir, bungkil kelapa sawit dan kopra.

konsntrat-bahan-bahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *