400 Penyuluh Terlibat Agro Edu Wisata Banyumulek

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Hj. Budi Septiani menjelaskan, para penyuluh tersebut berasal dari para pelaku usaha, penyuluh, maupun Bakorluh. Para penyuluh ini akan mensosialisasikan konsep techno park di Banyumulek ini.

Dikatakannya, “techno park” dibagi dalam enam klaster yang saling memiliki keterkaitan. Setiap klaster, diikuti lebih dari 50 penyuluh. Penyuluh dari klaster-klaster inilah yang akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khusus pada bidangnya masing-masing,

Koordinator kegiatan dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Dr. Roni Ridwan mengungkapkan, enam klaster yang dimaksud antara lain pengolahan pakan, pembibitan dan penggemukan sapi potong, pengolahan hasil sampling, pertanian organik terintegrasi, pengolahan pasca panen serta sosial ekonomi dan diseminasi.

Menurutnya, keenam klaster ini akan menjadi konsentrasi kegiatan yang ada dalam konsep techno park. Klaster kegiatan pengolahan pakan, bertujuan untuk mendapatkan produk pakan sapi yang berkualitas, sehingga mampu mendukung produksi daging sapi. “Produk yang akan dikembangkan dalam klaster ini antara lain silase, pakan konsentrat, HMT dan pakan aditif probiotik,” jelasnya.

Untuk klaster kegiatan pembibitan dan penggemukan sapi potong akan dihasilkan sperma sapi bali “sexing“. Selain itu, adanya paket teknologi “breeding” dan program penggemukan sapi. “Pada tahap penggemukan, bibit akan disupplai dari sperma `sexing` dan `breeding`, sehingga bibit yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi,” kata Roni.

Klaster kegiatan pengolahan hasil samping ini berguna untuk mendukung “techno park” yang sifatnya “go green“. Sehingga diperlukan pengolahan limbah yang dapat menghasilkan produk lain dan bermanfaat.

Salah satu limbah yang dapat diolah yakni limbah kotoran sapi dan urin. Limbah kotoran sapi akan diolah menjadi biogas dan pupuk organik hayati, baik dalam bentuk padat maupun cair.

Untuk klaster kegiatan pertanian organik terintegrasi akan menggunakan pupuk organik hayati (POH) dan beberapa bibit unggul yang telah dihasilkan dari diseminasi produk LIPI.Watch Full Movie Streaming Online and Download

Produk pertanian organik lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi. Bahkan, dari segi ekonomisnya lebih menguntungkan karena memiliki harga jual tinggi dibandingkan dengan produk lainnya.

Pada klaster kegiatan pengolahan pasca panen, bertugas untuk memproduksi produk yang berkualitas baik dari bahan baku daging maupun produk olahan. Dalam tahapan ini akan dilakukan proses penyembelihan hewan ternak sapi yang didukung dengan sistem HACCP. Untuk menjaga keamanan konsumen, sistem ini telah mendapat status halal.

Sedangkan pada klaster kegiatan sosial ekonomi dan diseminasi ini akan mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat setempat, agar konsep yang dijalankan pada “techno park” dapat diaplikasikan secara berkesinambungan.

Untuk kegiatan diseminasinya, lanjut Roni, klaster ini akan memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat agar beternak dengan metode baru yakni teknologi produk techno park. H. Wardi.

Sumber : http://m.tabloidsinartani.com/index.php?id=148&tx_ttnews[tt_news]=2617&cHash=4183896e36afcd2290ce64889a6b4a9d

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *