• banner biotek2
  • kemendes
  • kemendes
  • SDIT At Taufik
  • kerja sama LIPI-NITE
  • balitbangkolaka
  • Kunjungan Bappenas
  • Pemberian ISO
  • Kunjungan Siswa SMA Cisarua ke Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong, 1 Maret 2017
  • Kunjungan Penjajagan kerjasama dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke Kawasan Biovillage LIPI, 23 Februari 2017.
  • Kunjungan SDIT At Taufik Cimanggis - Depok ke Puslit Bioteknologi LIPI serta berkesempatan mengunjungi program Biovillage dan Kebun Plasma Nutfah, 21 Februari 2017
  • Kunjungan dan Pembahasan Rencana Kerja Sama LIPI-NITE di Ruang Rapat Gd. Administrasi Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong, 8 Februari 2017
  • Kunjungan Kerjasama IPTEK Dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara ke Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Cibinong, 17 Januari 2017
  • Kunjungan Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Kementrian PPN / Bappenas ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Untuk Melihat Implementasi Kegiatan Meat Milk Pro - LIPI, Cibinong, 17 Januari 2017.
  • Penyerahan Sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2008 oleh Prof. Dr. Bambang Prasetya (Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN)) kepada Dr. Ir. Bambang Sunarko (Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI) , Cibinong, 6 Desember 2016
Print

Kunjungan Siswa SD Gema Nurani School Ke Puslit Bioteknologi LIPI

kunjungan-gema-20jan2016Cibinong – Rabu 20 Januari 2016, Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI menerima kunjungan Siswa SD Gema Nurani School, Pengunjung berjumlah 50 siswa. Peserta kunjungan diterima di Auditorium Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Para peserta mendapat penjelasan singkat tentang penelitian yang dilaksanakan di laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Program dalam kunjungan SD Gema Nurani ke Puslit Bioteknologi yaitu "Observasi laboratorium dan percobaan sederhana dikebun", maka setelah mendengarkan materi di auditorium siswa diajak berkeliling melihat kegiatan dan alat penelitian apa saja yang ada dilaboratorium, dilanjutkan kegiatan praktik perbanyakan tanaman secara vegetatif yaitu sambung pucuk dan menempel di Kebun Plasma Nutfah. Kegiatan yang berlangsung sampai pukul 11.30 siang ini, diharapkan selain dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang perbanyakan tanaman secara vegetatif juga untuk lebih mengenal Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. (warda)

Print

Kunjungan Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Ke Puslit Bioteknologi Lipi

kunjungan2Cibinong - Pada tanggal 11 Januari 2016. Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mengadakan kunjungan ke Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI yang dikuti 50 Mahasiswa dan 2 orang pendamping. Peserta kunjungan diterima di Auditorium Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dan mendapat penjelasan singkat tentang penelitian yang dilaksanakan di laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Kegiatan dilanjutkan kunjungan ke laboratorium Mikrobiologi Terapan, Laboratorium Simbiotik Tanaman, Laboratorium Terapeutik Protein dan Vaksin, serta Laboratorium Kimia Bahan Alam, untuk melihat secara langsung kegiatan penelitian yang ada di laboratorium tersebut.

Print

LIPI dan PT Bio Farma Sukses Kembangkan Erythropoietin Generasi Kedua

ise15 1Cibinong - Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero) sukses mengembangkan Erythropoietin (EPO) generasi kedua yang akan diluncurkan beberapa tahun ke depan. Penemuan tersebut, diharapkan menjadi produk yang dapat membantu terapi pada pasien cuci darah, kemoterapi, dan anemia. Sebagai tahap awal peluncuran hasil temuan, LIPI menyerahkan Research Cell Bank (RCB) EPO kepada PT Bio Farma pada Senin, 28 Desember 2015 di Gedung Publik II Bio Farma, Bandung, Jawa Barat.

Print

Deteksi Produk Rekayasa Genetika (PRG) dan Uji Kehalalan pada Bahan Pangan dan Produk Olahannya

biotekelshintaTanaman pangan hasil rekayasa genetika telah banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh karena kelebihannya. Beberapa kelebihan produk pertanian PRG yaitu, tahan terhadap hama, tahan terhadap berbagai penyakit, penggunaan pestisida yang lebih sedikit, mempunyai penampilan yang menarik dan mempunyai nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan produk alamiahnya. Oleh sebab itu produk-produk hasil rekayasa genetika diklaim dapat mengatasi masalah pangan dunia akibat pertambahan populasi. (Phillips, T., 2008).

Namun komersialisasi dan pelepasan produk-produk hasil rekayasa genetika mendapat tanggapan yang berbeda-beda di berbagai negara. Skotlandia yang merupakan salah satu negara paling terkenal dengan keindahan alamnya baru-baru ini melarang penanaman PRG guna melindungi citra lingkungannya. Tanaman PRG juga menjadi perdebatan di Eropa, sebagian kelompok pecinta alam mencemaskan dampaknya terhadap lingkungan dan juga mempertanyakan apakah hasil panen PRG tersebut sehat dan aman bagi manusia. Tetapi tidak sedikit juga negara yang menerima dan membudidayakan tanaman PRG. Beberapa negara tersebut diantaranya adalah Amerika, Brasil, Argentina, India, Kanada, Cina, Pakistan, Filipina dan Myanmar. Setiap tahun lahan pertanian PRG mengalami peningkatan luas dan pertambahan jumlah negara-negara yang membudidayakan tanaman PRG. (ISAAA, 2014).

Di Indonesia, pelabelan PRG diatur dalam Peraturan Kepala BPOM nomor HK.03.1.23.03.12.1564 Tahun 2012 tentang Pengawasan Pelabelan Pangan Produk Rekayasa Genetik yang menyatakan bahwa tulisan "PANGAN PRODUK REKAYASA GENETIK" dicantumkan jika pangan mengandung paling sedikit 5% pangan PRG, berdasarkan persentase kandungan DNA PRG terhadap kandungan DNA non PRG. Hal ini dalam rangka memberi perlindungan bagi masyarakat terhadap pangan yang mengandung produk rekayasa genetik. (Berita Negara RI Tahun 2012 No. 370) 

halal

Isu lain yang tak kalah penting terkait pangan adalah kehalalan produk makanan dan minuman. Di Indonesia, banyak terjadi kasus makanan dan minuman impor yang tidak jelas kehalalannya atau kasus-kasus makanan mengandung babi akibat kecurangan produsen dan pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan berlipat. Oleh karena itu apabila tidak ada jaminan kehalalan suatu bahan atau produk pangan, maka akan sulit bagi masyarakat awam memilih makanan dan minuman yang halal. (Mahmudatussa'adah, Ai., 2007)

prosiding nabati 2014

prosidingpeternakan2014

isibio

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

annales

biotrends

banner-warta-biovillage

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI