LIPI logo 2013 PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGILOGO-70-thn 259x259

 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

ibibrochuregistered

                 International Symposium 16-18 September 2015                                                                                                

Print

Telur Anti- Diare

Telur Anti- Diare
Oleh: A. Zaenal Mustopa, M.Si


Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan masalah di Indonesia. Penyakit yang lebih populer dengan nama muntah berak atau muntaber termasuk penyakit endemis di Indonesia, artinya terjadi secara terus menerus di semua daerah, baik pedesaan maupun perkotaan. Penyakit yang mewabah setiap tahun ini sepertinya merupakan penderitaan yang terus akan dialami. Sampai saat ini belum terlihat usaha konkrit dan sistematis dari pemerintah untuk menanggulangi wabah diare di negeri ini. Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme termasuk bakteri, virus dan parasit lainnya seperti jamur, cacing dan protozoa. Salah satu bakteri penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli Enteropatogenik (EPEC). Budiarti (1997) melaporkan bahwa sekitar 55% anak-anak di Indonesia terkena diare akibat infeksi EPEC. Gejala klinis diare yang disebabkan infeksi EPEC adalah diare yang berair sangat banyak yang disertai muntah dan badan sedikit demam (Cary dan Bhatnager, 2000 mengacu pada Donnenberg, 2001).
Print

Hati-hati Bakteri yang Invasif

Dibandingkan diare yang sekarang sedang marak, ternyata pneumonia menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita. Menurut survei yang dilakukan Departemen Kesehatan tahun 2001, kematian balita karena pneumonia mencapai angka 23 persen, sementara diare "hanya" 13 persen, dan penyakit gangguan syaraf mencapai 12 persen.
Print

Ditemukan, Obat Penghambat HIV

Sebuah obat terbaru yang bekerja dengan cara menghambat masuknya HIV (Human Indeficienci Virus) masuk ke dalam sel sistem imun tubuh berhasil ditemukan. Obat ini akan memberikan harapan bagi mereka yang terinfeksi HIV.
Print

Jagung atau Ketela Pohon

Banyak bias, tetapi dimanfaatkan menjadi bahan biodegradable seperti kayu atau cangkang udang. Mengapa? Inilah pandangan Dr Eng Agus Haryono, peneliti polymer chemistry Pusat Penelitian Kimia LIPI kepada Jawa Pos.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker