• bsl3
  • bsl3
  • refleksiiph
  • prasasti tekno park ntb
  • sertifikat
  • bsl3
  • bsl3
  • IMG-20180703-WA0000
  • pui2017bsun
  • abvol21no22017
  • biotrends2018
  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) dan Clean Room Oleh Plt Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto di kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG)- LIPI, Cibinong, Jum'at 6 April 2018
  • Pengukuhan Komitmen Kegiatan Pranaraksa Center oleh Para Pejabat dari Astra dan LIPI disaksikan Pejabat Menristekdikti dalam rangka Festival Kampung Berseri Astra yang bertempat di Ecology Park , Cibinong Science Center Botanical Garden LIPI, Cibinong, Sabtu 28 April 2018.
  • Kegiatan Refleksi Akhir Tahun Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2017, bertempat di Hotel Safero, Bogor.
  • Penandatanganan Prasasti Sekretariat Technopark Banyumulek oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, disaksikan oleh Sekda dan Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok, 2 Agustus 2018
  • Keputusan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemeristekdikti Nomor:21/E/KPT/2018 Tanggal 9 Juli 2018. Sertifikat Jurnal Ilmiah Annales Bogorienses E-ISSN : 2407-7518 sebagai Jurnal Ilmiah Terakreditasi Peringkat 2
  • Pembukaan Jambore Guru & Siswa Sekolah Adiwiyata dalam rangka Festival Kampung Berseri Astra yang bertempat di Puslit Bioteknologi LIPI - Cibinong Science Center Botanical Garden, Cibinong, Jumat 27 April 2018.
  • Peresmian Area Pembibitan Tanaman Buah Langka Nusantara - Pranaraksa Oleh Deputi IPH LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati disaksikan oleh Petinggi Astra, LIPI dan Menristekdikti , masih dalam rangkaian Festival Kampung Berseri Astra yang bertempat di Kebun Plasma Nutfah, Cibinong Science Center Botanical Garden LIPI, Cibinong, Sabtu 28 April 2018.
  • Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla ke stan LIPI dalam acara Pameran Widya Nusantara Pangan dan Gizi (WNPG) XI, Gedung Bidakara, Jakarta, 3 Juli 2018
  • Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko (kedua dari kanan), melakukan Penandatanganan Pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 Oleh Kemenristekdikti di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.
  • Telah Terbit Majalah Berseri Ilmiah Annales Bogorienses Volume 21 No.2 Tahun 2017, Kunjungi Kami di http://jurnal.biotek.lipi.go.id
  • Telah Terbit Majalah Populer Bioteknologi Biotrends Volume 9 Nomor 1 Tahun 2018, Kunjungi Kami di http://terbitan.biotek.lipi.go.id

bioteknologi update a

seputar biotek web

biotek media

Print

Sel Punca: Harapan Baru Bagi Pasien Gagal Jantung

rochmaSeiring dengan kurangnya stok organ, pengobatan dengan metode terapi mulai menjadi incaran para pasien yang tidak kebagian stok organ. Selain metode terapi dengan menggunakan obat, pasien gagal jantung masih mempunyai kesempatan untuk mengurangi resiko gagal jantung. Saat ini, para peneliti telah meneliti metode pengobatan dengan menggunakan terapiregeneratif sel‐sel punca.Sel punca merupakan sel‐sel yang belum berdiferensiasi penuh, dapat berproliferasi, berpotensi self-renewal, yang kemudian berdiferensiasi menjadi satu atau lebih jenis sel khusus (termasuk kardiomiosit) sebagai respon terhadap stimuli sinyal yang sesuai. Sel punca memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan dengan sel‐sel yang lain.20Saat ini, telah ditemukan macam‐macam sel punca yang telah diteliti dapat mengurangi resiko gagal jantung.

Meskipun strategi penanganan intervensi dan farmakologis ditingkatkan, pengobatan gagal jantung tetap menjadi tantangan utama dalam kajian kardiologi. Strategi regenerative termasuk terapi sel,pemrograman ulang secara endogen (dari dalam jantung) serta teknik jaringan dianggap sebagai pilihan yang menjanjikan untuk mengatasi gagal jantung.

 

jantung

Terapi dengan strategi regeneratif pada jantung juga lebih efisien dalam regenerasi kardiomiosit, pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), serta memicu sitokin dan parakrin yang memiliki kemampuan anti peradangan, anti apoptosis, serta efek anti remodeling. Terapi regenerative menggunakan berbagai jenis sel pada tahap perkembangan yang berbeda telah dipertimbangkan untuk ditransplantasikan ke jantung termasuk embrio, janin, dan sel dewasa.4. (Rochmatul Nuryu Khasanah, Syubbanul Wathon)

Print

Mengenal Aptamer Si Oligonukleotida Pintar Dalam Diagnostik Molekuler

bugiTeknologi deteksi molekuler berbasis sel atau protein (EnzymeLink Immunosorbent Assay,Western blotting, Flow cytometry, atau Rapid test kit) baik untuk tujuan riset maupun diagnostik komersial dewasa ini masih menggunakan antibodi sebagai agen biologi utamanya. Klaim bahwa protein jenis ini cukup tangguh dalam mengenali molekul sasarannya menjadi faktor utama popularnya antibodi untuk tujuan deteksi berbasis protein. Namun demikian, kelemahan antibody yaitu stabilitas yang rendah, disamping harga produk antibodi di market Indonesia masih cukup mahal. Selain itu, spektrum pengenalan target molekul yang sempit membuat aplikasi antibodi pada diagnostik menjadi terbatas yaitu hanya pada molekulmolekul protein yang bersifat imunogenik terhadap antibody yang menjadi targetnya. Kelemahan tersebut telah mendorong para periset untuk mengembangkan biomolekul berbasis asam nukelat sebagai agen pendeteksi biologis.

Aptamer merupakan oligonuleotida pendek utas tunggal dengan panjang 8 sampai 100 basa dan proses penelitian dan pengembangannya sudah dilakukan lebih dari dua dekade lalu. Isolasi aptamer pertama kali dilakukan oleh Tuerk and Gold pada tahun 1990. Mereka menemukan RNA rantai pendek yang memiliki afinitas tinggi terhadap Bacteriophage T4 DNA polymerase melalui teknik SELEX (Selective evolution of ligands by exponential enrichment). Pengembangan teknik ini dilakukan oleh dua penelitian independen yaitu Robertson dan Joyce serta Ellington dan Szostak pada tahun yang sama menggunakan pustaka utas tunggal acak random single strand DNA library) yang lebih heterogen dimana RNA aptamer yang dihasilkan mampu memotong utas ganda atau double strandDNA secara spesifik atau mengenali molekul kimia berukuran cukup kecil. Sampai saat ini, penelitian aptamer untuk aplikasi bioteknologi (pangan, pertanian, lingkungan dan kesehatan) cukup impresif, 7000 lebih artikel penelitian telah dipublikasikan di PubMed[1].

 

aptamer

Aptamer untuk aplikasi diagnostik baru berkembang sekitar 5 tahun terakhir ini dimana Cina menjadi negara di asia yang paling intensif dalam pengembangan aptamer untuk diagnostik disusul oleh Amerika serikat, Jepang dan Korea Selatan[2]. Fakta yang mengejutkan adalah bahwa hanya sedikit sekali kit diagnostik berbasis aptamer yang telah dipasarkan di dunia saat ini akibat dua faktor yaitu imbas dari komitmen investasi dengan nominal yang fantastis dari para pengusaha pada pengembangan antibodi monoklonal dan pengabaian oleh para pemuka kepentingan (peneliti, pengusaha, dan pemerintah) terkait performa aptamer yang sudah teruji in vitro maupun in vivo menggunakan kaedah metodologi yang benar[3]. (Bugi Ratno Budiarto)

Video Bioteknologi LIPI


Profil Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Seputar Biotek

Evaluasi Kualitas Pakan Untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong dan Sapi Perah di Indonesia

subang1Cibinong - 13 Agustus 2018, Menurut data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, hingga tahun 2018, Indonesia baru dapat memenuhi kebutuhan daging sapi sebesar 70%. Sementara itu, kebutuhan susu nasional tercatat berkisar 4,5 juta ton. Namun, produksi susu lokal baru mencukupi sebanyak 19% atau sekitar 864.600 ton. Hal ini mengakibatkan adanya impor susu dalam jumlah yang sangat besar yakni 3,65 juta ton atau sekitar 81% dari total konsumsi. Permasalahan yang sedang kita hadapi ini perlu disikapi serius oleh semua pihak mengingat sumber daya alam dan luas wilayah yang kita miliki sangat memungkinkan untuk mewujudkan swasembada daging dan susu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan swasembada daging dan susu adalah dengan mengembangkan jenis sapi unggul, pakan berkualitas serta menciptakan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan ternak sapi. Adanya dukungan dan sinergi dari pemerintah dan pihak swasta harus dilakukan untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang ada. Penggunaan pakan berkualitas, suplemen pakan , tepat fungsi dan teruji unggul di dalam rumen sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong dan sapi perah di Indonesia.

Read more...

Laporan

 laptah2015-web lkj2015

cover rb2017 lakip2017

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI