logo

Kampus

Biotechnology for Better Life

Beranda

Print

PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN TERPADU DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI PERAH DI KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT : IPTEKDA 2009

ternakKoordinator: Muhammad Gunawan

 

Latar Belakang dan Permasalahan

Permintaan pangan yang bergizi semakin menjadi kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber protein hewani yang banyak dihasilkan dari peternakan adalah daging, telur dan susu. Kebutuhan susu segar untuk konsumsi masyarakat masih relatif kecil karena belum menjadi kebiasaan yang umum, sebaliknya susu bubuk banyak dikonsumsi. Peternakan sapi perah sebagai penghasil susu terbesar masih belum mampu memenuhi kebutuhan susu nasional.

Kebutuhan terbesar berasal dari industri pengolahan susu sebagai produsen susu bubuk. Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah penghasil susu terbesar di Jawa Barat, sangat didukung dengan temperatur  yang sejuk, sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan sapi perah. Peternakan sapi perah sudah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Garut. Dukungan pemasaran susu yang dilakukan koperasi–koperasi persusuan sangat membantu kemajuan perekonomian peternak. Kendala yang selama ini dialami oleh kelompok ternak Ar-Raudhotun Nur disebabkan karena kurangnya modal usaha, lemahnya menejemen usaha dan minim penerapan teknologi peternakan dalam meningkatkan produktivitas. Dalam kegiatan ini Puslit Bioteknologi sebagai pusat penelitian  akan mendukung dan membimbing peternakan sapi perah yang sudah ada dengan penerapan teknologi peternakan terpadu berupa: manajemen pemeliharaan, produksi susu, kesehatan hewan, pembibitan dan pengolahan limbah.

 

Tujuan dan Hipotesa

Tujuan dalam kegiatan ini antara lain: 1. Mengembangkan budidaya sapi perah dengan menerapkan teknologi peternakan terpadu untuk meningkatkan produktivitas usaha. 2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam penerapan teknologi peternakan terpadu.

Kegiatan ini mengajukan hipotesa bahwa pembangunan model peternakan dengan mengaplikasikan teknologi peternakan terpadu dalam manajemen pemeliharaan, produksi susu, kesehatan hewan, pembibitan dan pengolahan limbah, dapat meningkatkan produktivitas dalam usaha peternakan sapi perah.

Metoda

Metodologi dalam kegiatan ini adalah: 1. Pembuatan kandang dan instalasi pengolahan limbah dengan konsep kandang bersih dan sehat untuk ternak serta lingkungan. 2. Pembelian sapi perah betina laktasi 1 sampai dengan 2 kali, sehingga langsung menghasilkan air  susu sebagai produk utama. 3. Pemberian pakan berkualitas ditambah probiotik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu. 4. Penerapan menejemen pemeliharaan dan penanganan proses produksi dengan efisien. 5. Produksi bibit sapi perah dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan sperma hasil pemisahan (sexing). 6. Peningkatan pengetahuan dengan pelatihan dan pendampingan kepada peternak mengenai reproduksi, kesehatan hewan, pakan, produksi susu dan pengolahan limbah.

Hasil Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan Iptekda Bottom Up 2009 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, dapat berjalan sesuai rencana. Proses pembangunan kandang dan instalasi pengolahan limbah serta pengadaan sapi perah betina laktasi untuk modal usaha telah dilakukan. Penambahan pakan konsentrat dan probiotik untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu sudah dilakukan dengan hasil yang cukup baik. Pengembangan usaha peternakan dengan penambahan jumlah sapi perah betina laktasi dengan sekala 10 (sepuluh) ekor dalam satu kelompok, telah dapat membantu mitra dalam meningkatkan pendapatan dari usaha peternakannya. Dengan kegiatan ini para peternak dapat bangkit lagi dan menghasilkan pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.  Usaha lainnya untuk menambah hasil sampingan adalah pengolahan limbah padat menjadi pupuk organik dan biogas sebagai energi alternatif rumah tangga. Kegiatan yang telah berjalan sampai tahap akhir menunjukkan perkembangan yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok peternakan sapi perah Ar-Raudhotun Nur.

 

Manfaat Kegiatan

Manfaat kegiatan ini telah dirasakan oleh kelompok peternakan sapi perah Ar-Raudhotun Nur dengan adanya bantuan ternak sapi perah betina laktasi untuk usaha produksi susu. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam beternak sapi meningkat dengan pelatihan. Kegiatan ini telah berhasil membentuk kelompok ternak yang mandiri dengan menerapkan teknologi peternakan terpadu dalam kegiatan peternakannya.

Rekomendasi

Dengan berjalannya usaha peternakan ini, yang harus selalu ditingkatkan adalah skala usaha. Perluasan jaringan pemasaran untuk penjualan hasil produksi susu, pembibitan sapi dan hasil pupuk organik. Pengembangan model peternakan terpadu ini untuk kelompok–kelompok ternak lain di Kabupaten Garut, sebagai upaya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan.


ternak2

София Дървен материал цени

София Дъски цена