• banyumulek4
  • banyumulek5
  • banyumulek
  • kakao
  • fgd
  • fgd
  • fgd
  • science sma
  • isibio
  • kunjungan
  • biotek-phapros
  • Kunjungan dan diskusi kerja sama Techno Park Banyumulek NTB di lokasi PT Gerbang NTB Emas, mitra Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Mataram, 12 Oktober 2017
  • Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Pemanfaatan Tanaman Lokal guna Bahan Tambahan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Lokasi Agro Edu Wisata Techno Park Banyumulek, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 10 Oktober 2017
  • Kegiatan kunjungan dan konsultasi Praktik Kerja Lapangan para Mahasiswa S1 Fakultas Peternakan Universitas Mataram ke Kawasan Agro Edu Wisata Techno Park Banyumulek Nusa Tenggara Barat, Lombok Barat, 9 Oktober 2017
  • Kegiatan dengar pendapat antara Kelompok Tani Kopi dan Kakao Desa Genggelang KLU dengan Komisi XI DPR RI, Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjen. Bun.) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU, Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kelompok Petani Kakao ‘Bunga Mekar’, Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, KLU, pada 13 September 2017. Pada kegiatan ini, Peneliti Mikrobiologi Terapan Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Fahrurrozi, memaparkan kegiatan kerja sama aplikasi IPTEK fermentasi biji kakao antara Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Lombok Utara, NTB.
  • Foto para pembicara pada acara Knowledge Sharing and Discussion dengan Judul "Status Terkini Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pertanian", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 8 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Foto para pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) dengan Judul "Workshop Peran Riset dan Kebijakan Untuk Penguatan Rantai Nilai Ekonomi Ubi Kayu Indonesia", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 7 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Foto bersama Kapuslit Bioteknologi LIPI, Dr. Ir. Bambang Sunarko bersama peserta FGD dengan Judul "Sinergi Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat : Pengembangan Obat Malaria Dihidroartemisinin", di Auditorium Puslit Bioteknologi LIPI-Cibinong, 6 September 2017,sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Open House Puslit Bioteknologi LIPI 6-8 September 2017.
  • Kegiatan Science in Touch, Praktik Isolasi dan Ekstraksi DNA bagi Siswa SMA pada Science Week Fair Kedeputian Bidang IPH LIPI, Cibinong, 4 September 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan bioteknologi bagi para siswa SMA sejak dini dengan cara yang menarik (fun and fearless). Terlihat peneliti bidang biologi molekuler tanaman, Dr. Wahyuni menerangkan apa itu DNA kepada para siswa dengan cara yang populer.
  • Penandatangan Nasakah Nota Kesepahaman (MoU) antara Pusat penelitian Bioteknologi-LIPI, Center for Innovation, Indonesian Institute of Sciences (PUSINOV LIPI), Kobe University, Bio-Energy Corporation, PT. Agricinal tentang Cooperation on Development and Implementation of integrated Biorefinery Technology in Indonesia, pada kegiatan International Symposium Innovative Bioproduction Indonesia 2017 (ISIBio 2017), disaksikan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Prof. Dr. Bambang Prasetya dan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, Bogor 27 September 2017
  • Kunjungan Direktur Perencanaan & Pengembangan PT Bio Farma (Persero), drh. Sugeng Raharjo, MM.ke booth pameran Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dalam bazzar Science Week Fair IPH LIPI, Cibinong, 4 September 2017. Tak lupa pada kesempatan ini Bapak Direktur berfoto bersama dengan Plt. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Dr. Mego Pinandito M.Eng., Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Bioteknologi-LIPI, Dr. Ir. Syamsidah Rahmawati, serta para peneliti senior Bidang Peternakan Puslit Bioteknologi-LIPI, Prof. Dr. Endang Tri Margawati dan Dr. Ekayanti Mulyawati Kaiin.
  • Penandatangan Naskah Non Disclosure Agreement (NDA) antara Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dengan PT Phapros Tbk yang dilaksanakan di Cibinong, 4 September 2017. Pada kesempatan ini Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Dr. Bambang Sunarko dan PT Phapros Tbk diwakili oleh Direktur Utama, Barokah Sri Utami, M.M., Apt., serta disaksikan oleh Plt. Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto, Sekretaris Utama LIPI, Dr. Siti Nuramaliati Prijono, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, dan Kepala Pusat Inovasi LIPI, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Penandatangan NDA ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Science Week Fair Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, 4-9 September 2017.

bioteknologi update a

biovillage-logo

seputar biotek web

biotek media

Print

PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN TERPADU DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI PERAH DI KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT : IPTEKDA 2009

ternakKoordinator: Muhammad Gunawan

 

Latar Belakang dan Permasalahan

Permintaan pangan yang bergizi semakin menjadi kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber protein hewani yang banyak dihasilkan dari peternakan adalah daging, telur dan susu. Kebutuhan susu segar untuk konsumsi masyarakat masih relatif kecil karena belum menjadi kebiasaan yang umum, sebaliknya susu bubuk banyak dikonsumsi. Peternakan sapi perah sebagai penghasil susu terbesar masih belum mampu memenuhi kebutuhan susu nasional.

Kebutuhan terbesar berasal dari industri pengolahan susu sebagai produsen susu bubuk. Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah penghasil susu terbesar di Jawa Barat, sangat didukung dengan temperatur  yang sejuk, sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan sapi perah. Peternakan sapi perah sudah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Garut. Dukungan pemasaran susu yang dilakukan koperasi–koperasi persusuan sangat membantu kemajuan perekonomian peternak. Kendala yang selama ini dialami oleh kelompok ternak Ar-Raudhotun Nur disebabkan karena kurangnya modal usaha, lemahnya menejemen usaha dan minim penerapan teknologi peternakan dalam meningkatkan produktivitas. Dalam kegiatan ini Puslit Bioteknologi sebagai pusat penelitian  akan mendukung dan membimbing peternakan sapi perah yang sudah ada dengan penerapan teknologi peternakan terpadu berupa: manajemen pemeliharaan, produksi susu, kesehatan hewan, pembibitan dan pengolahan limbah.

 

Tujuan dan Hipotesa

Tujuan dalam kegiatan ini antara lain: 1. Mengembangkan budidaya sapi perah dengan menerapkan teknologi peternakan terpadu untuk meningkatkan produktivitas usaha. 2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam penerapan teknologi peternakan terpadu.

Kegiatan ini mengajukan hipotesa bahwa pembangunan model peternakan dengan mengaplikasikan teknologi peternakan terpadu dalam manajemen pemeliharaan, produksi susu, kesehatan hewan, pembibitan dan pengolahan limbah, dapat meningkatkan produktivitas dalam usaha peternakan sapi perah.

Metoda

Metodologi dalam kegiatan ini adalah: 1. Pembuatan kandang dan instalasi pengolahan limbah dengan konsep kandang bersih dan sehat untuk ternak serta lingkungan. 2. Pembelian sapi perah betina laktasi 1 sampai dengan 2 kali, sehingga langsung menghasilkan air  susu sebagai produk utama. 3. Pemberian pakan berkualitas ditambah probiotik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu. 4. Penerapan menejemen pemeliharaan dan penanganan proses produksi dengan efisien. 5. Produksi bibit sapi perah dengan menggunakan teknologi inseminasi buatan sperma hasil pemisahan (sexing). 6. Peningkatan pengetahuan dengan pelatihan dan pendampingan kepada peternak mengenai reproduksi, kesehatan hewan, pakan, produksi susu dan pengolahan limbah.

Hasil Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan Iptekda Bottom Up 2009 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, dapat berjalan sesuai rencana. Proses pembangunan kandang dan instalasi pengolahan limbah serta pengadaan sapi perah betina laktasi untuk modal usaha telah dilakukan. Penambahan pakan konsentrat dan probiotik untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu sudah dilakukan dengan hasil yang cukup baik. Pengembangan usaha peternakan dengan penambahan jumlah sapi perah betina laktasi dengan sekala 10 (sepuluh) ekor dalam satu kelompok, telah dapat membantu mitra dalam meningkatkan pendapatan dari usaha peternakannya. Dengan kegiatan ini para peternak dapat bangkit lagi dan menghasilkan pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.  Usaha lainnya untuk menambah hasil sampingan adalah pengolahan limbah padat menjadi pupuk organik dan biogas sebagai energi alternatif rumah tangga. Kegiatan yang telah berjalan sampai tahap akhir menunjukkan perkembangan yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok peternakan sapi perah Ar-Raudhotun Nur.

 

Manfaat Kegiatan

Manfaat kegiatan ini telah dirasakan oleh kelompok peternakan sapi perah Ar-Raudhotun Nur dengan adanya bantuan ternak sapi perah betina laktasi untuk usaha produksi susu. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam beternak sapi meningkat dengan pelatihan. Kegiatan ini telah berhasil membentuk kelompok ternak yang mandiri dengan menerapkan teknologi peternakan terpadu dalam kegiatan peternakannya.

Rekomendasi

Dengan berjalannya usaha peternakan ini, yang harus selalu ditingkatkan adalah skala usaha. Perluasan jaringan pemasaran untuk penjualan hasil produksi susu, pembibitan sapi dan hasil pupuk organik. Pengembangan model peternakan terpadu ini untuk kelompok–kelompok ternak lain di Kabupaten Garut, sebagai upaya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan.


ternak2

Laporan Kinerja

lkj2015

Laporan RB

rb-p2biotek-2016-a

Laporan Tahunan

laptah2015-web

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

annales

biotrends

banner-warta-biovillage

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI