• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Ekplorasi dan pemanfaatan potensi berbagai mikroba dari buah apel merah (Pylus mirus) : Laporan PKL 2012

Nur Alfy Ilmy

ABSTRAK
Buah pada umumnya merupakan alat pengembangbiakan tumbuhan yang berperan memberi makan hewan maupun manusia supaya biji-bijinya dapat disebarkan secara luar kesemua tempat. Allah S.W.T. telah menciptakan sedemikian sehingga buah-buahan memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dimana banyak jenis-jenis hewan atau kelompok manusia yang hidupnya tergantung pada buah-buahan. Tingginya nilai gizi akhimya yang mengundang makhluk-makhluk lain seperti berbagai jenis serangga dan jasad-jasad renik (mikroba). Mereka bersaing dengan hewan atau manusia ikut mengkonsumsi nutrisi buah, dapat sebagai parasit yang merusak buah sebelum masak, dapat sebagai saprofit yang memanfaatkan sisa metabolisme sel atau menjadi jasad penghancur (pembusuk) dari buah masak.

Jenis-jenis dan peran masing-masing dari jasad renik pada buah menarik untuk dipelajari agar selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam skala industri untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Protein Rekombinan, Vaksin, dan Sistem Pengantaran Terarah; Bidang Bioproses, Pusat Penelitian Bioteknologi-Lembaga Penelitian Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bertujuan untuk mempelajari jenis-jenis mikroba serta peranannya dari buah apel merah (Pylus marus).

Mikroba dari buah kebanyakan bersifat saprofitik, yang paling menarik untuk dipelajari adalah yang endofitik karena dipastikan akan berperan dalam proses konversi metabolit sekunder yang toksik menjadi senyawa yang dapat berguna bagi manusia sebagai vitamin, hermon, anti oksidan maupun obat. Dengan teknik perekayasaan medium tumbuh untuk mengisolasi tersebut, identifikasi koloni yang diperoleh yang dilanjutkan dengan observasi sel yang telah diwarnai secara mikroskopis dapat diidentifikasi jenis mikroba yang diperoleh sekaligus diprediksi potensinya.

Hasil dari kegiatan selama 1 (satu) bulan kerja diperoleh satu galur bakteri yang diklasifikasi sebagai Bacillus thuringiensis yang memiliki kristal yang merupakan protein yang dapat berpotensi sebagai toksin serangga atau sebagai obat kanker. Potensi ini dapat dibuktikan dengan penelitian lanjutan berupa pengujian secara biokimia menentukan struktur molekul protein tersebut dan mengujikannya pada larva serangga dan kultur jaringan kanker.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13457

Ekplorasi dan pemanfaatan mikroba dari kayu sengon (Paraserianthes falcataria L.Nielsen) lapuk : Laporan PKL 2012

Fina Nurul Khotimah

Abstrak
Penelitian selama I bulan yang berlangsung di Laboratorium Protein Rekombinan. Vaksin. dan Sistem Pengantaran Terarah, Bielang Bioproses, Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga lImu Pengetahuan Inelonesia (LIPI)-Cibinong, bertujuan untuk mengeksplorasi dan mempelajari manfaat mikroba-mikroba yang terdapat pada serbuk kayu sengon (Paraserianthes jalcataria) lapuk yang terdapat di Iingkungan laboratorium.

Kegiatan ini merupakan studi kualitatif mengenai proses penguraian kayu di alam yang melibatkan berbagai organisme mikroskopis, baik bakteri, kapang,dan invertebrata renik. Kemampuan organisme mikroskopis dalam menguraikan kayu (lignoselulosa) merupakan salah satu indikator yang menunjukkan bahwa mikroorganisme tersebut berpotensi menghasilkan enzim-enzim, seperti enzim yang bersifat lignolitik, selulolitik, dan amilolitik.

Metode penelitian yang digunakan meliputi perekayasaan nutrisi medium pertumbuhan untuk secara selektif dapat memperoleh koloni-koloni bakteri atau kapang berpotensial spesifik yang diprediksi akan sesuai dengan proses pelapukan tersebut. Identifikasi jenis dan potensi mikroorganisme yang diperoleh dilakukan secara biokimia dan diobservasi secara mikroskopis.

Berdasarkan hasil kegiatan penelitian ini, diperoleh dua jenis mikroba dari sampel kayu sengon. Mikroba pertama tergolong jenis mikroba dari kelompok bakteri sporulasi, yang selnya berbentuk batang dari kelompok gram negatif. Mikroba kedua yang didapatkan dari sampel secara morfologi berbentuk bulat, selnya sebagian besar berkoloni , serta ukuran selnya lebih besar dibandingkan dengan sel bakteri pada umumnya.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13458

Eksplorasi dan pemanfaatn potensi mikroba dari sumber air danau : Laporan PKL 2012

Sifa Fujiatul Kurnia

Abstrak:
Kegiatan penelitian yang dilakukan untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini berlangsung di Laboratorium Protein Rekombinan, Vaksin, dan Sistem Pengantaran Terarah, Bidang Bioproses, Pusat Penelitian Bioteknologi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIP I) Cibinong. Kegiatan penelitian ini merupakan kegiatan eksplorasi berbagai mikroba pada sumber air danau di area Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong Science Center Kabupaten Bogor.Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai ragam jasad renik (mikroba) dari perairan dan mempelajari potensinya dalam menghasilkan berbagai produk yang diharapkan dapat bermanfaat bagi umat manusia.

Pelaksanaan kerja didasarkan pada teknik rekayasa nutrisi medium pertumbuhan mikroba untuk mendapatkan galur murni dari jenis-jenis mikroba yang diperkirakan dapat diperoleh. Identifikasi jenis mikroba tersebut dilakukan dengan pewarnaan dan perbandingan yang menggunakan galur pembanding yang telah ada serta merujuk pada buku acuan biota mikroskopik yang dibuat oleh para
peneliti terdahulu.

Hasil kegiatan eksplorasi ini adalah diperolehnya beberapa jenis bakteri yang dikelompokkan sebagai bakteri Gram negatif melalui proses pewarnaan yang telah dilakukan dan ditemukannya beberapa mikroalga melalui isolasi mikroalga. Potensi dari tiap jenis bakteri dan mikroalga ini belum dapat dilakukan secara menyeluruh karen a memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan bahanbahan kimia serta peralatan khusus yang tidak semuanya dapat dilakukan selama penelitian berlangsung.


Beberapa mikroalga fotosintetik yang ditemukan pada penelitian ini adalah Fragilaria crotonensis, Vorticella moniliferum, Closterium moniliferum,Paramecium bursaria, Oscillatoria chlorina dan mikroorganisme yang diduga memiliki enzim yang mampu memecah agar atau agarase. Seluruh mikroalga dan organisme tersebut memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan atau penghasil pigmen yang memiliki peluang ekonomi.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13459

Eksplorasi dan pemanfaatn potensi mikroba dari tanah : Laporan PKL 2012

Indah Pratiwi

Abstrak
Tanah merupakan asal kehidupan dan semua kehidupan juga akan akhimya menjadi tanah. Dengan demikian dari tanah kita dapat memperoleh berbagai kehidupan dari yang kasat mata, dan yang tak kasat mata (mikroskopis), bahkan yang sangat mikroskopis seperti virus yang hanya dapat dilihat dengan alat yang sangat canggih (mikoskop elektron dan sinar X).

Kegiatan penelitian ini merupakan us aha menginventarisasi berbagai jasad renik (mikroba) dari tanah dan mempelajari potensinya untuk pada selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri, pertanian, kesehatan, dan lingkungan.

Pelaksanaan kerja dilaksanakan pada teknik rekayasa nutrisi medium pertumbuhan mikroba untuk mendapatkan galur mumi dari berbagai jenis mikroba yang diperkirakan bisa diperoleh. Identifikasi jenis mikroba tersebut dilakukan dengan pewamaan dan perbandingan menggunakan galur pembanding yang sudah ada dari berbagai sumber buku yang dibuat oleh peneliti terdahulu. Dari kegiatan eksplorasi ini diperoleh beberapa jenis bakteri yang dari hasil pewarnaan dikelompokkan sebagai bakteri Gram negatif dan Gram positif. Potensi dari tiap jenis bakteri ini belum dapat dilakukan karena memerlukan waktu lama dan bahan-bahan kimia serta peralatan yang tidak semuanya bisa diadakan dalam waktu yang singkat.

Hasil kegiatan penelitian pada tanah yang berasal dari Cileungsi diperoleh satu bakteri yang mampu menghasilkan enzim perombak serat (selulase) yang selanjutnya akan dikembangkan dalam industri. Mikroorganisme tersebut berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai pemecah selulosa yang memiliki peluang ekonomi.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13460

Studi keragaman genetik bakteri asam laktat indigenos Indonesia yang resistan terhadap Chloramphenicol dan Erythromycin: Laporan Skripsi 2012

Maridha Normawati

ABSTRAK
Studi keragaman genetik dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan bakteri asam laktat indigenos Indonesia yang merniliki kemampuan resistansi terhadap chloramphenicol dan erythromycin. Hasil uji resistansi menunjukkan bahwa isolat DH1, DH7, dan S34 resist an terhadap chloramphenicol (5 µg/ml), sedangkan isolat T8 resistan terhadap erythromycin (15 µg/ml). Isolat D2, S23, dan T8 diketahui resistan terhadap kombinasi chloramphenicol dan erythromycin (1 µg/ml). Analisis BLAST menunjukkan bahwa isolat bakteri asam laktat terdiri atas Lactobacillus plantarum, L.fermentum, Pediococcus acidilactici, dan P.pentosaceus. Analisis pohon filogenetik diketahui bahwa isolat D2, S 12, S34, T3,dan T8 memiliki kekerabatan yang dekat dengan L. plantarum. Isolat R31 dan DHI memiliki kekerabatan yang dekat denganL.fermentum. Isolat LK14, S23, R24, DH7,DS13, GR3, HB3 memiliki kekerabatan yang dekat dengan genus Pediococcus.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI