• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Pengaruh konsentrasi 6-benzyl amino purine (BAP) terhadap pertumbuhan dan perbanyakan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) tinggi beta karoten mentega 2 secara In Vitro: Laporan praktek Kerja Lapang 2012

sovia.jpgSovia Santi Leksikowati

Latar Belakang Masalah. Pangan merupakan hal yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Peningkatan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah melalui penganekaragaman, yakni proses mengembangkan produk pangan yang tidak tergantung hanya pada satu bahan pangan saja, tetapi juga memanfaatkan berbagai macam bahan pangan lainnya (Suryana, 2009).

Pertumbuhan Tunas Apikal dan Aksilar Kultur in Vitro Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Genotipe Ubi Kuning: Laporan Skripsi 2012

Inayatur Rohmah

inayaturABSTRAK

     Telah dilakukan penelitian multiplikasi tunas ubi kayu tinggi beta karoten genotipe Ubi Kuning secara kultur in vitro menggunakan dua tipe eksplan, yaitu nodus apikal dan empat nodus aksilar yang ditanam pada medium MS dengan penambahan 0,75 mgrl BAP. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nodus yang paling responsifterhadap media induksi tunas.

Basil uji Kruskal"Wallis dan analisis variansi (ANOVA) menunjukkan adanya perbedaan nyata (0=0,05) antara perlakuan nodus (Apikal, Aksilar 1, Aksilar 2, Aksilar 3, dan Aksilar 4) dengan rata-rata jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan panjang daun. Basil uji lanjut Duncan (0=0,05) menunjukkan adanya perbedaan nyata di antara perlakuan nodus. Respon pertumbuhan yang paling cepat dan seragam terkait tinggi ttmas, hari tumbuh tunas, jumlah daun, dan panjang daun ditunjukkan oleh nodus tengah, yaitu nodus aksilar 2 dan 3.

Kajian Serologis Dan Molekuler Ayam Pedaging Yang Di vaksinasi Menggunakan Vaksin Infectious Bursal Disease (IBD) Berbagai Tingkat Dosis: Laporan Thesis 2012

INDRIAWATI. Dibimbing oleh RETNO D. SOEJOEDONO dan SRI MURTINl.

indriawatiRINGKASAN

    Kebutuhan protein hewani sebagaian besar dipenuhi dari ayam pedaging, Meningkatnya kebutuhan akan protein hewani (daging, telur, susu) diikuti oleh meningkatnya kebutuhan akan vaksin hewan.

Akan tetapi masih terdapat kendala penyakit yang masih sering menyerang ternak ayam, diantaranya adalah penyakit infectious Bursal Disease (IBD), penyakit Newcastle Disease (ND) dan infectious Bronchitis (IB). Ketiga penyakit tersebut saling berkaitan karenabiasanya setelah ayam terserang IBD maka akan mudah terserang penyakit seperti IB dan ND. Penyakit infectious Bursal Disease (IBD) merupakan penyakit viral yang menyebabkan kerugian ekonomi pada industri perunggasan karena menyebabkan kematian tinggi dan imunosupresi. Us aha pencegahan penyakit IBD dilakukan dengan cara vaksinasi dan biosekuriti. Vaksinasi IBD aktif urnurnnya diberikan pada ayam umur 10-14 hari tergantung pada titer antibodi induknya. Peternak dilapangan memvaksinasi ayamnya untuk kepraktisannya pada umur sehari.

Keamanan vaksinasi IBD urnur sehari ini perlu diteliti kemampuannya dalam mencegah infeksi. Penyakit infectious Bursal Disease (IBD) disebabkan oleh Birnavirus yang memiliki RNA utas ganda dan lima protein, yaitu VPl, VP2, VP3, VP4 dan VP5. Organ target utama virus IBD adalah bursa fabrisius, tempat pemebentuk kekebalan utama pada ayam. Olhe karena itu penyakit ini bersifat imunosupresif, akibatnya, selama hidup ayam mudah terserang penyakit seperti ND dan IB. Penyakit IBD resisten terhadap lingkungan, oleh karena itu letupan akan teIjangkitnya penyakit yang terjadi pada suatu petemakan masih dapat terjadi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respon serologis dan kondisi klinis berdasarkan pemeriksaan molekuler pada ayam yang divaksin dengan vaksin IBD aktif strain intermediate berbagai tingkat dosis pada umur sehari dan ditantang dengan virus isolat lapang. Sebanyak seratus enam puluh ekor ayam dibagi menjadi empat kelompok , yaitu Kl (dosis penuh), K2 (Dosis V2), K3 (Dosis V4) dan K4 (Dosis 0). VAksin yang digunakan adalah vaksin virus IBD strain intermediate. Sebanyak 180 ekor ayam dibagi menjadi empat kelompok: Kl (dosis penuh), K2 (Dosis 'lz), K3 (Dosis V4) dan K4 (Dosis 0). Vaksin yang digunakan adalah vaksin IBD live strain intermediate. Pengamatan dilakukan terhadap lima ekor ayam dari setiap kelompok yang meliputi, titer antibody, rasio antara berat badan dengan berat bursa serta gambaran patologinya. Adanya infeksi virus lapang dan kondisi klinis akibat infeksi tantang diamati dengan teknik peR untuk mendeteksi adanya virus dari bursa Fabricius ayam percobaan. Pengamatan dilakukan pada hari ke 1, 7, 28 dan 42 .. Basil pengamatan menunjukan bahwa ayam yang divaksinasi dosis penuh mulai menunjukan positif terbentuknya antibodi terhadap IBD pada hari ke 28 setelah vaksinasi sedangkan pada ayam yg divaksin dengan setengah dan seperempat dosis titer antibodi positif 42 hari pasca vaksinasi. Pengarnatan klinis rnenunjukkan ayarn yang divaksin berbagai tingkat dosis rnenunjukan gejala klinis yang sarna dibandingkan kelornpok kontrol. Demikian pula pada hasil pengarnatan peR tarnpak bahwa ayam dari kelompok yang divaksin terdeteksi adanya virus IBD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vaksinasi IBD aktif umur sehari tidak efektif dalam mencegah infeksi lapang.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13251#

 

EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG MENGANDUNG BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacilus plantarum) : Laporan Skripsi 2012

Felly Septiana

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrien silase limbah sayuran dan pengarubnya terhadap pemberian berbagai aditif dan bakteri asam laktat (BAL). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan terdiri atas: PI : kulitjagung 33,33% + sawi putih 16,67% + koI16,67% + dedak 33,33% ; P2 : kulitjagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kolI6,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% ; P3 : kulitjagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% ; P4 : Kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% ; P5 : kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% ; P6 : kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33%. Parameter yang diukur antara lain pH, suhu, karakteristik fisik (aroma, warna, tekstur dan keberadaan jamur), total asam tertitrasi, kandungan nutrien dan populasi bakteri asam laktat (BAL).

UPAYA PENERAPAN GOOD LABORATORY PRACTICE (GLP) DI LABORATORIUM UJI BIOTEKNOLOGI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA CIBINONG - BOGOR : Laporan PKL 2010

Nurwulan Suci Kurnianti

Latar belakang:
Menurut UU RI No.7 tahun 1996, yang dimaksud pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman. Mengingat definisi pangan mempunyai cakupan yang luas, maka upaya untuk mencegah pangan dari kemungkinan tercemar baik dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia merupakan suatu keharusan bagi setiap produsen makanan atau minuman yang mengedarkan produknya baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI