Preparasi kultur bakteri fotosintestik dalam produksi biohidrogen : Laporan PKL 2011

Heidy Daniati

heidydA. Latar Belakang

     Eksploitasi energi secara terus-menerus dari sumber daya alam terutama minyak bumi menyebabkan menipisnya kandungan minyak bumi, menimbulkan dampak lingkungan dan krisis energi secara global. Krisis energi dan kerusakan lingkungan yang terjadi mendorong kreatifitas para ilmuwan untuk mencari soIusi atas permasalahan global ini yaitu dengan menemukan energi altematif untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Energi altematif yang dihasilkan dapat berupa biofueI, biogas, bioethanol ataupun biohidrogen. Hidrogen merupakan salah satu pilihan energi altematif karena mudah dikonversi menjadi fuel atau listrik tanpa meninggalkan polutan dan ramah lingkungan baik dalam proses pembuatan maupun penggunaannya.

Biohidrogen adalah hidrogen yang diproduksi melalui proses biologis atau dari biomassa. Secara biologis, biohidrogen diproduksi dengan memanfaatkan organisme bakteri melalui proses fermentasi atau fotoreduksi untuk merombak substrat organik (limbah atau nonlimbah) menjadi energi hidrogen (Sirait, 2007). Produk biohidrogen dari hasil proses fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai solusi dalam krisis sumber energi fosil. Produksi Hidrogen secara fermentatif merupakan proses yang membutuhkan berbagai jenis inokulum dan perlakuan, substrat alami dan campuran, substrat tambahan, pH fermentasi, lamanya fermentasi, dan lain-lain.Dalam produksi Hidrogen secara fermentatif diperlukan sejumlah spesies mikroba. yang mampu menghasilkan Hidrogen, seperti sianobakteri, bakteri anaerobik, maupun bakteri fotosintetik. Bakteri fotosintetik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengkonversi substrat secara efisien dan dapat memproduksi hidrogen. Bakteri fotosintetik membutuhkan senyawa organik sebagai substrat dan intensitas cahaya yang efektif untuk menghasilkan produksi hidrogen optimum (Hastuti, 2011).

Bakteri fotosintetik membutuhkan bahan-bahan organik atau anorganik dari suatu media sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Kekurangan atau ketiadaan sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri hingga pada akhimya dapat menyebabkan kematian. Bakteri yang diinokulasikan dalam media yang sesuai dan pada keadaan yang optimum bagi pertumbuhannya, akan mengalami terjadinya kenaikan jumlah sel yang sangat tinggi dalam waktu yang relatifpendek. Pertumbuhan bakteri dalam suatu media mengalami fase-fase yang berbeda seperti fase lag, fase logaritmik, fase stasioner, dan fase autolysis (kematian).

Fase lag merupakan kondisi saat bakteri baru diinokulasikan atau dibiakan dalam media. Pada fase ini bakteri belum melakukan pembelahan, tetapi terjadi peningkatan massa volume, sintesis enzim, protein, RNA dan peningkatan aktifitas metabolik. Pada fase tersebut bakteri lebih banyak melakukan adaptasi dengan lingkungan. Hal tersebut dapat menghambat produksi hidrogen bila bakteri diinokulasikan kembali pada media yang berbeda.

Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai preparasi kultur bakteri konsorsium Sanur dalam produksi biohidrogen. Dalam penelitian ini akan dilakukan suatu kultivasi bakteri dalam produksi hidrogen untuk memperpendek fase lag dengan penentuan strategi penambahan substrat (Judoamidjojo et aI,1990, Scragg, 1991). Strategi penambahan substrat yaitu dengan menggunakan D-glukosa sehingga produksi biohidrogen dapat berlangsung secara cepat.

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari penelitian ini adalah:

1. Apakah preparasi kultur bakteri fotosintetik dapat memperpendek fase lag dalam produksi biohidrogen?

2. Bagaimana pengaruh preparasi Iimbah kecap dengan filtrasi terhadap produksi biohidrogen?

C. Tujuan

Penelitian ini bertujuan:

1. Membuktikan preparasi kultur bakteri fotosintetik dapat memperpendek fase lag dalam produksi biohidrogen

2. Mengetahui pengaruh preparasi limbah kecap dengan filtrasi terhadap produksi biohidrogen

D. Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alat untuk mempraktekkan teoriteori yang telah diperoleh sehingga penulis dapat menambah pengetahuan secara praktis tentang masalah-masalah yang dihadapi. Secara umum, diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan sebagai referensi bagi peneliti lain yang melakukan penelitian serupa.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13264#