Validasi metode analisis vitamen B2 pada produk makanan bayi dengan kromatografi cair kinerja tinggi: Laporan Skripsi 2005

Sherwin Lisias. 062101007. 2005.
Validasi Metode Analisis Vitamin B2 Pada Produk Makanan Bayi Dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.
Di bawah bimbingan Renawati, M.Phil. dan Nana Suryana, M.Sc. Penguji Dr. Padmono C

RINGKASAN
Salah satu sumber makanan yang cukup lengkap zat gizinya terutama untuk makanan bayi adalah susu. Oi dalam susu terdapat kandungan vitamin dengan jumlah yang bervariasi. Salah satu jenis vitaminnya adalah vitamin B2 . Vitamin B2 merupakan salah satu vitamin larut dalam air, yang dibutuhkan oleh tubuh. Penentuan kadar vitamin B2 dalam produk makanan bayi menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Cara yang ditempuh untuk meningkatkan hasil analisis vitamin B2 adalah validasi metode analisis. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode analisis vitamin B2 pada produk makanan bayi dengan kromatografi cair kinerja tinggi, yang meliputi uji selektifitas, uji presisi dan uji akurasi. Uji selektifitas dilakukan dengan membandingkan kromatogram. Uji presisi menentukan : uji ripitabilitas, uji linieritas dan uji limit deteksi. Uji akurasi dilakukan dengan menentukan nilai perolehan kembali.

Prinsip metode ini melakukan proses ekstraksi vitamin B2 dalam susu bubuk dengan asam klorida 0,1 N dan dilakukan pemanasan selama 1 jam serta diikuti penyaringan hasil ekstraksi kemudian filtratnya dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detector flouresensi pada panjang gelombang eksitasi 422 nm dan emisi 522 nm.

Dari hasil pengujian metode validasi analisis vitamin B2 pada produk makanan bayi khususnya susu bubuk bayi dengan kromatografi cair kinerja tinggi, diperoleh selektifitas yang baik untuk analisis vitamin B2 dan hasil pengujian nilai presisi yang meliputi parameter : uji ripitabilitas sebesar 1,37 %, hasil uji liniearitas dengan nHai koefisien korelasi 0,9998 dan koefisien determinasi sebesar 0,9997 dan hasil uji limit deteksi yaitu konsentrasi terendah yang masih dapat ditentukan sebesar 0,056 mg/kg, nilai limit deteksi alatnya adalah 0,0055 mg/L serta nilai limit deteksi metode dari spike 1,07 mg/L menghasilkan nilai limit deteksi metode sebesar 0,2904 mg/L.

Pengujian akurasi dari contoh susu yang menghasilkan kandungan vitamin B2 yaitu 4,49 mg/L dan 4,73 mg/L. Nilai perolehan kembali dengan penambahan spike 1,07 mg/L diperoleh nilai rata-rata perolehan kembali sebesar 98,75 % dan spike 1,6 mg/L adalah 99,49 %. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ini menunjukkan unjuk kerja yang baik dan telah memenuhi syarat serta selektif untuk menganalisis vitamin B2 pada contoh susu bubuk bayi sehingga dapat dipergunakan di laboratorium untuk pemeriksaan rutin.