• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Kajian Serologis Dan Molekuler Ayam Pedaging Yang Di vaksinasi Menggunakan Vaksin Infectious Bursal Disease (IBD) Berbagai Tingkat Dosis: Laporan Thesis 2012

INDRIAWATI. Dibimbing oleh RETNO D. SOEJOEDONO dan SRI MURTINl.

indriawatiRINGKASAN

    Kebutuhan protein hewani sebagaian besar dipenuhi dari ayam pedaging, Meningkatnya kebutuhan akan protein hewani (daging, telur, susu) diikuti oleh meningkatnya kebutuhan akan vaksin hewan.

Akan tetapi masih terdapat kendala penyakit yang masih sering menyerang ternak ayam, diantaranya adalah penyakit infectious Bursal Disease (IBD), penyakit Newcastle Disease (ND) dan infectious Bronchitis (IB). Ketiga penyakit tersebut saling berkaitan karenabiasanya setelah ayam terserang IBD maka akan mudah terserang penyakit seperti IB dan ND. Penyakit infectious Bursal Disease (IBD) merupakan penyakit viral yang menyebabkan kerugian ekonomi pada industri perunggasan karena menyebabkan kematian tinggi dan imunosupresi. Us aha pencegahan penyakit IBD dilakukan dengan cara vaksinasi dan biosekuriti. Vaksinasi IBD aktif urnurnnya diberikan pada ayam umur 10-14 hari tergantung pada titer antibodi induknya. Peternak dilapangan memvaksinasi ayamnya untuk kepraktisannya pada umur sehari.

Keamanan vaksinasi IBD urnur sehari ini perlu diteliti kemampuannya dalam mencegah infeksi. Penyakit infectious Bursal Disease (IBD) disebabkan oleh Birnavirus yang memiliki RNA utas ganda dan lima protein, yaitu VPl, VP2, VP3, VP4 dan VP5. Organ target utama virus IBD adalah bursa fabrisius, tempat pemebentuk kekebalan utama pada ayam. Olhe karena itu penyakit ini bersifat imunosupresif, akibatnya, selama hidup ayam mudah terserang penyakit seperti ND dan IB. Penyakit IBD resisten terhadap lingkungan, oleh karena itu letupan akan teIjangkitnya penyakit yang terjadi pada suatu petemakan masih dapat terjadi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respon serologis dan kondisi klinis berdasarkan pemeriksaan molekuler pada ayam yang divaksin dengan vaksin IBD aktif strain intermediate berbagai tingkat dosis pada umur sehari dan ditantang dengan virus isolat lapang. Sebanyak seratus enam puluh ekor ayam dibagi menjadi empat kelompok , yaitu Kl (dosis penuh), K2 (Dosis V2), K3 (Dosis V4) dan K4 (Dosis 0). VAksin yang digunakan adalah vaksin virus IBD strain intermediate. Sebanyak 180 ekor ayam dibagi menjadi empat kelompok: Kl (dosis penuh), K2 (Dosis 'lz), K3 (Dosis V4) dan K4 (Dosis 0). Vaksin yang digunakan adalah vaksin IBD live strain intermediate. Pengamatan dilakukan terhadap lima ekor ayam dari setiap kelompok yang meliputi, titer antibody, rasio antara berat badan dengan berat bursa serta gambaran patologinya. Adanya infeksi virus lapang dan kondisi klinis akibat infeksi tantang diamati dengan teknik peR untuk mendeteksi adanya virus dari bursa Fabricius ayam percobaan. Pengamatan dilakukan pada hari ke 1, 7, 28 dan 42 .. Basil pengamatan menunjukan bahwa ayam yang divaksinasi dosis penuh mulai menunjukan positif terbentuknya antibodi terhadap IBD pada hari ke 28 setelah vaksinasi sedangkan pada ayam yg divaksin dengan setengah dan seperempat dosis titer antibodi positif 42 hari pasca vaksinasi. Pengarnatan klinis rnenunjukkan ayarn yang divaksin berbagai tingkat dosis rnenunjukan gejala klinis yang sarna dibandingkan kelornpok kontrol. Demikian pula pada hasil pengarnatan peR tarnpak bahwa ayam dari kelompok yang divaksin terdeteksi adanya virus IBD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vaksinasi IBD aktif umur sehari tidak efektif dalam mencegah infeksi lapang.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=13251#

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI