Sudut Biotek

Dukung Produktivitas Sapi Lokal, Stakeholder Samakan Persepsi

 

Era persaingan ekonomi global telah di depan mata. Tak terkecuali di bidang peternakan sapi. Indonesia sebagai salah satu negara produsen sapi dunia terus meningkatkan produktivitas ternak. Salah satu langkah mendukung produktivitas dengan cara menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap tujuan, arah dan model kombinasi supaya sapi Indonesia (beef dan dairy). Bertujuan menyamakan persepsi, Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada 7 Agustus 2019 bertempat di Auditorium Pusat Pemanfaatan InovasiIptek-LIPI, Cibinong.

Kegiatan yang bertajuk "Pengembangan Sapi Indonesia" ini dihadiri para stakeholder dari kalangan akademisi peguruan tinggi, peneliti instansi pemerintah dan praktisi peternakan dari beberapa perusahaan swasta. FGD ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah diselenggarakan Fakultas Peternakan UGM pada pada 21 Desember 2018. Pada FGD sebelumnya telah dirumuskan definisi sapi Indonesian Commercial Cross (ICC) yaitu sapi hasil persilangan antara pejantan Bos taurus dan indukan Bos indicus/Bos sondaicus.

Pada FGD kali ini, menurut Yantyati Widyastuti, Koordinator Kegiatan FGD, dalam sambutannya, selain menyamakan persepsi, bertujuan membentuk konsorsium sapi Indonesian Beef Commercial Cattle (IBCC) dan Indonesian Dairy Commercial Cattle (IDCC). "Semoga forum ini juga dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih terarah dan dapat menyusun peta jalan (roadmap) IBCC dan IDCC" tambahnya.

Pada acara tersebut telah menghasilkan beberapa kesepakatan terbentuknya konsorsium yang terdiri dari, pemerintah sebagai regulator akan memberikan informasi seluruh regulasi terkait pengembangan sapi, mendesain kerja sama pengembangan sapi komersil. Pihak swasta, dan yang terakhir adalah masyarakat dari Asosiasi Sapi Perah di Boyoali, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI), Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Asosiasi Reproduksi Hewan Indonesia (ARHI). [k1]Diharapkan dengan konsorsium ini kedepannya industri peternakan sapi potong menjadi tangguh mempunyai daya saing tinggi dan mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri di era persaingan ekonomi pasar global. (yovita/ ed:Angga)