Sudut Biotek

Print

Knowledge Sharing and Discussion dengan judul ‘Status Terkini Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pertanian’, 8 September 2017 di Auditorium Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI

on .

openCibinong, 8 September 2017-- Pada hari Jumat, 8 September 2017 telah berlangsung Knowledge Sharing and Discussion dengan judul ‘Status Terkini Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pertanian’ di Auditorium Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Pada kesempatan ini 4 narasumber dengan berbagai latar belakang terkait Bioteknologi diundang untuk memberikan pemaparan. Dr. Sukma Nuswantara, peneliti senior dari Puslit Bioteknologi – LIPI, memberikan pemaparan mengenai overview Bioteknologi Pertanian dan aplikasinya, termasuk perkembangan terakhir mengenai CRISPR untuk gene editing. 

Pemaparan mengenai regulasi Produk Rekayasa Genetika di Indonesia dengan judul ‘Status Terkini Peraturan Perundangan Penerapan Produk Rekayasa Genetikaa (PRG)’ dibawakan oleh Dr. Ir. Machmud Thohari, DEA, Wakil Koordinator Bidang Lingkungan Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik. Pengalaman mengenai pengembangan dan pemasaran PRG pihak swasta disampaikan wakil dari Croplife, yakni Yovita Sutanto, M.Sc yang sekaligus adalah Regulatory/Scientific Affair Lead Monsanto – Singapura. Beliau menyampaikan pemaparan berjudul ‘A Healthy Conversation about Agriculture, Food and GMOs’ Adapun pengalaman dari Institusi pemerintah yang mengembangkan produk rekayasa genetika, diwakili oleh Dr. Amy Estiati, Peneliti Senior Puslit Bioteknologi – LIPI menyampaikan pemaparan berjudul ‘Dukungan Bioteknologi dalam Perakitan Varietas Padi Adaptif Perubahan Iklim’.

kakao2Dalam sambutan pembukaannya, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati – LIPI, Professor Enny Sudarmonowati, M.Sc mengemukakan bahwa bioteknologi pertanian mempunyai peran besar bagi penyediaan pangan di tahun-tahun mendatang akibat populasi bumi yang semakin membengkak. Oleh karena itu acara pemaparan dan diskusi dlam bidang bioteknologi pertanian seperti ini diharapkan dapat memacu peneliti di berbagai institusi untuk bekerja sama dalam pengembangan bioteknologi pertanian di Indonesia.

Acara ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari guru SMA, mahasiswa dan peneliti dari berbagai macam institusi. Para peserta nampak antusias mengikuti acara dan terlibat aktif dalam diskusi. Dalam diskusi disinggung bahwa Indonesia mempunyai banyak potensi untuk produk rekayasa genetika, dan telah banyak penelitian mengenai produk rekayasa genetika yang terlaksana. Namun, hasilnya belum dapat disampaikan langsung kepada para petani dikarenakan regulasi-regulasi yang harus dipenuhi; antara lain sertifikasi keamanan hayati: aman lingkungan, aman pangan (dan aman pakan). Beberapa Institusi juga telah siap untuk memulai penelitian gene editing untuk memperoleh tanaman dengan sifat unggul, menunjukkan bahwa penelitian di Indonesia mengikuti trend terkini. -- V. Esti Windiastri(Lab Genomik dan Perbaikan Mutu Tanaman)