Biotek

Metode Dried Blood Spot (DBS) Sebagai Solusi Sampling Darah Daerah Terpencil

sri swasthikawatiSri Swasthikawati (Puslit Bioteknologi LIPI)


Dalam penelitian dan pengujian klinis yang menggunakan sampel darah, pengambilan sampel darah melalui intravena (venipuncture) sejauh ini merupakan metode gold standard yang umum digunakan (Ostler et al., 2014). Namun demikian, teknik sampling tersebut hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis terampil sehingga menjadi kendala jika dilakukan di daerah terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan. Sampel darah yang diperoleh melalui venipuncture, selain membutuhkan peralatan yang lebih banyak, seperti syringe, alcohol swab dan tabung vakutainer, juga memerlukan prosedur penyimpanan, transportasi maupun pengiriman yang spesifik. Untuk menjaga kestabilan molekul target dalam sampel, sampel darah harus disimpan di dalam suhu 4˚C selama maksimal atau suhu -20˚C dan -80˚C untuk penyimpanan yang lebih lama, termasuk selama proses transportasi atau pengiriman. Hal tersebut berdampak pada biaya yang diperlukan dalam proses sampling. Oleh karena itu, metode sampling Dried Blood Spot (DBS) diperkenalkan sebagai alternatif yang menawarkan solusi dari kelemahan metode sampling darah konvensional, venipuncture.

peralatan sampling metode dbs

 

Sumber/Full teks : http://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/download/254/216

(ahm)

Actinobacteria: Sumber Biokatalis Baru Yang Potensial

ali taufik faturahman

Alfi Taufik Fathurahman (Puslit Bioteknologi LIPI) 

Actinobacteria atau dikenal juga dengan aktinomisetes, merupakan kelompok bakteri gram positif yang memiliki kandungan nukleotida G-C (Guanine dan Cytosine) tinggi pada DNA genom (Chavan, 2013). Bakteri ini juga termasuk ke dalam jenis filamentous bacteria karena dapat membentuk spora dan miselium sehingga morfologinya mirip seperti cendawan berfilamen (Das dkk., 2008; bizuye dkk.,2013).

Gambar 1 menunjukkan salah satu contoh isolat Actinobacteria yang ditumbuhkan pada media padat ang mengandung pati dan kasein. Secara fisik bakteri ini terlihat kompak, membentuk kerucut ke permukaan media dan umumnya dilingkupi dengan miselium aerial, yakni kumpulan hifa yang tumbuh secara vertikal di atas substrat (Ranjani, Dhanasekaran, and Gopinath 2016).

actinobacteria

Sumber/full teks : http://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/download/257/219

(ahm)

Menguak Potensi Padi Gogo dan Ubi Kayu Unggul Hasil Riset LIPI

Selama empat tahun terakhir Index Ketahanan Pangan Indonesia terus membaik. Tahun 2018 Indonesia berada di peringkat 65 dari 113 negara dari aspek ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan keamanan pangan menurut Global Food Security Index 2018. Perkembangan positif ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas pangan nasional.

Pangan Indonesia identik dengan beras. Selain beras, hasil pangan lain pengganti beras yang sangat familiar di masyarakat adalah ubi kayu. Memperingati Hari Tani Indonesia pada Selasa (24/9), LIPI mengenalkan hasil risetnya yaitu padi gogo varietas unggul dan ubi kayu kaya beta karoten sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Seminar APEC – ACABT 2019, Digelar di Kebun Raya Eka Karya Bali

Bali, Humas,  Seminar APEC - ACABT digelar di Kebun Raya Eka Karya, Bali. Bioenergi berbasis bioresources adalah pilihan tepat yang dapat dimanfaatkan saat ini, bahwa Indonesia kaya akan bioresources. Adapun salah satu keluaran utama dari forum APEC ACABT pada tahun ini adalah dihasilkannya peta riset EBT di Indonesia, termasuk biohidrogen, disampaikan Enny Sudarmonowati, selaku Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan LIPI sekaligus Chair of Indonesia Branch Center APEC Research Center for Advanced Biohydrogen Technology (APEC ACABT), dipembukaan Annual “Meeting and Seminar APEC ACABT” pada Jumat (25/7) di Kebun Raya Eka Karya, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tahun 2017 OPEC mencatat bahwa cadangan minyak Indonesia hanya menyimpan 0,2% dari cadangan minyak dunia dengan jumlah 3,6 milyar barrel. Cadangan tersebut diasumsikan akan habis dalam waktu 20 tahun kedepan. Menyikapi krisis energi tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

Lanjut  Enny,  "Forum APEC ACABT diperuntukkan untuk memperkuat koordinasi riset yang lebih baik dan kerja sama antar negara anggota di wilayah Asia Pasifik". Teknologi biohidrogen di Taiwan, Malaysia, Thailand, Cina dan Korea sudah lebih maju dalam pengaplikasiannya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebagai Focal Point APEC- ACABT perlu menindaklanjuti hasil kegiatan ini sebagai aksi nyata. Enny, mengungkapkan Hasil riset yang berkontribusi untuk penyedia bahan bakar berbasis sumber daya hayati penghasil biohidrogen diantaranya mikroalga perlu terus ditingkatkan.

Dirinya mengingatkan tantangan terbesar saat ini  adalah melakukan riset sumber daya hayati dengan biaya rendah untuk mempercepat komersialisasi dan pemanfaatannya.  Peneliti Indonesia perlu lebih meng-explore sumber biomassa karena belum optimal. Banyak teknologi yang dihasilkan, namun perlu upaya untuk menghubungkannya dengan teknologi bioenergi yang dimiliki oleh negara lain.  Industri menginginkan hasil  dalam skala besar dan disinilah kemampuan kita diuji, tutur Enny.  (Sa/Est/edt ks)


 

MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL KUNJUNGI P2 BIOTEKNOLOGI

Cibinong Kamis 11 Juli 2019- Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI menerima kunjungan dari Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta. Rombongan yang terdiri dari dosen pendamping dan mahasiswa ini diterima di gedung Auditorium P2 Bioteknologi-LIPI oleh tim humas kawasan CSC-BG. Diawal kegiatan, pengunjung mendapatkan pengarahan singkat tentang kegiatan penelitian yang dilaksanakan di P2 Bioteknologi-LIPI sehingga pengunjung memiliki gambaran singkat tentang kegiatan penelitian yang dilaksanakan sebelum melakukan kunjungan ke laboratorium.

Dalam sambutannya, koordinator kunjungan kawasan CSC-BG Dodi Rosadi menyampaikan beberapa program yang dapat diikuti oleh para mahasiswa yang berminat di bidang bioteknologi seperti mengikuti kegiatan pelatihan dan bimbingan mengingat P2 Bioteknologi memiliki 15 laboratorium dengan kompetensi inti yang berbeda-beda. “Kami berharap temen-teman mahasiswa dan dosen pendamping bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dibidang bioteknologi pada kunjungan ini dan silahkan manfaatkan kesempatan untuk berdialog dengan peneliti sedalam-dalamnya sehingga tujuan yang telah ditargetkan pada kunjungan ini dapat tercapai” tutup dodi.

Pada sesi kedua, para mahasiswa yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 3 kelompok dan dipandu berkeliling ke beberapa laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Laboratorium yang dikunjungi antara lain Lab. Reproduksi pemuliaan dan kultur sel hewan, Lab. Bioenergi dan dan Bioproses serta Lab. Biak Sel dan Jaringan Tanaman. Masing-masing kelompok diberikan tugas oleh dosen pendamping untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya melalui tanya jawab dengan peneliti agar informasi yang diterima dapat disampaikan kembali kepada mahasiswa lain pada kegiatan seminar yang akan dilaksanakan di Universitas Nasional. Di akhir kegiatan, Dr. Ekayanti selaku wakil kepala laboratorium reproduksi, pemuliaan dan kultur sel hewan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang berminat pada bidang reproduksi pada sapi, pemuliaannya ataupun kultur sel hewan untuk melaksanakan praktek kerja lapangan ataupun penelitian di P2 Bioteknologi-LIPI.(est,dr)

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI