Biotek

Spanyol bantu Sulsel kembangkan ternak

Kerbau belang asal Toraja

MAKASSAR: Perusahaan konsultasi pendidikan dan pengadaan peralatan yang berpusat di Spanyol, Equinse S.A, akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta Universitas Hasanuddin Makassar, meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi dan kerbau di Sulawesi Selatan.

Peneliti Senior Bioteknologi Reproduksi Ternak Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Syahruddin Said, menuturkan untuk di Indonesia, program ini akan dilakukan di tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Tetapi untuk proyek percobaannya dilakukan di Sulsel.

 

“Khusus di Sulsel akan dilakukan pengembangan ternak lokal yaitu sapi bali, dan kerbau belang yang merupakan plasma asli Indonesia yang hanya ada di Tana Toraja,” ujar Syahruddin, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, hari ini.

Menurut Syahruddin pihak Equinse S.A telah menyiapkan anggaran sebesar Rp190 miliar, untuk pengembangan ternak di ketiga provinsi dimaksud, ditambah dengan LIPI. Anggaran yang disiapkan untuk Sulsel sendiri berkisar antara Rp30 miliar hingga Rp40 miliar.

 

Dia mengatakan anggaran yang disiapkan Equinse S.A adalah untuk pengadaan infrastruktur atau alat laboratorium di Unhas, guna mendukung pengembangan proyek tersebut. Tetapi kata Syahruddin, ada juga alat yang akan ditempatkan di lingkup pemerintah daerah untuk memproses sperma sapi jantan. Selain itu ada juga alat yang akan digunakan untuk diseminasi.

Selain bekerja sama dalam hal pengadaan infrastruktur tersebut, pihak Equinse S.A juga melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM), dengan memilih beberapa tenaga untuk disekolahkan menjadi tenaga teknis.

“Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk menselaraskan pembangunan peternakan di Indonesia, melalui perbaikan infrastruktur,” tegas Syahruddin.

Dia menyebutkan data per Juni 2011, populasi kerbau belang di Tana Toraja tinggal 481 ekor. Sementara bila ada warga di daerah tersebut yang mengadakan pesta adat, sekali sembelih mencapai 600 ekor.

 

Begitu juga dengan sapi, populasinya harus ditambah yaitu melalui pengembangan teknologi. “Melalui pengembangan itu nanti, semua sapi di Sulsel harus dibuntingkan, agar memiliki keturunan. Untuk itu, disediakan sperma sapi unggul agar sapi-sapi betina mendapat keturunan yang baik,” tukas Syahruddin.

Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan kerja sama itu juga untuk mendukung rencana pihaknya mencapai swasembada sapi 3 juta ekor pada 2015 mendatang, melalui program Gerakan Tiga Juta Ekor Sapi.

 

“Saat ini populasi sapi kita sudah mencapai 1 juta ekor. Jika swasembada sapi sebanyak 3 juta ekor itu tercapai, bisa untuk memasok daging sapi bagi kebutuhan nasional sehingga negara tidak perlu lagi melakukan impor daging sapi,” jelas Syahrul. (mw)

 

Sumber : http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/10/spanyol-sulsel-kembangkan-sapi-dan-kerbau/