Biotek

Inseminasi Buatan Menuai Hasil, Program Kerja Sama Dispertanak dengan LIPI

sapi2Kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Malinau telah menuai hasil. Hal ini terbukti dengan lahirnya anak sapi milik Jhon Kenedi, Sabtu (14/8) lalu sekitar jam 17.00 di Desa Lidung Keminci Kecamatan Mentarang. Kerja sama dibidang pengembangan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik sapi di beberapa desa dan kecamatan ini berlangsung selama 2 tahun dan akan berakhir tahun ini. Sapi yang lahir pedet tersebut dengan jenis simental jantan. Sapi tersebut hasil kawin suntik yang dilakukan LIPI pada November 2009. Ini membuktikan program IB yang dilakukan Dispertanak yang bekerjasama dengan LIPI memperoleh hasil. Sapi itu merupakan sapi ketiga yang melahirkan dari hasil inseminasi buatan. Sapi pertama yang melahirkan sebagai hasil kawin suntik adalah sapi milik Muktar di Pulau Sapi, sedangkan yang kedua adalah kerbau di desa Sempayang Malinau Barat milik Wesly.

 

Kepala Dispertanak Ernest Silvanus SPi MM melalui Kabid Peternakan drh Subono mengungkapkan, pada minggu keempat Juli lalu, LIPI bersama Dispertanak kembali melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi di empat kecamatan. Yakni Malinau Utara, Malinau Kota, Malinau Barat dan Mentarang selama seminggu. Dari hasil pemeriksaan 25 sapi, terdapat 9 ekor sapi yang positif bunting. Sedangkan yang belum bunting, dilakukan gertak birahi dan dilakukan kawin suntik ulang.

 

Kerja sama ini diharapkan dapat diperpanjang lagi untuk beberapa tahun ke depan demi meningkatkan kualitas dan kuantitas sapi di Malinau. “Karena jika dilihat dari hasil yang dicapai akhir-akhir ini menjadikan motivasi bagi masyarakat bahwa dengan berternak sapi dapat memberikan lahan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” ujarnya.

 

Selain itu lanjutnya, saat ini Dispertanak juga sudah menempatkan dokter hewan di Kecamatan Malinau Barat sebagai tenaga petugas penyuluh lapangan (PPL) yang siap membantu masyarakat. Termasuk tiga tenaga PPL lainnya yang membidangi ilmu kesehatan veteriner atau kesehatan hewan. Mereka ini sudah diberi bekal dengan mengikuti pelatihan kawin suntik di Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

 

”Dengan demikian, tenaga PPL tersebut kami anggap sudah mampu melayani masyarakat yang mempunyai ternak sapi atau kerbau untuk dilakukan IB,” terangnya dengan bangga.

 

Subono memberikan gambaran kepada masyarakat yang memiliki sapi dan sudah siap kawin. Yakni birahi dengan ciri-ciri kemaluannya bengkak, kemerahan dan keluar lendir. Bila peternak melihat hewan peliharaannya baik itu sapi maupun kerbau, diharapkan dapat menghubungi Dinas Pertanian untuk segera dilakukan kawin suntik. ”Dari informasi masyarakat itu, sapi mereka akan didata dan akan dilakukan IB agar cepat berkembang biak,” pungkasnya. (ida)

 

Radar Tarakan, 20 Agustus 2010

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI