Biotek

Mengapa Harus Dilestarikan?

Kerusakan habitat, alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan, serta penerapan teknologi pertanian modern menjadi monokultur membuat tanaman talas kian tersingkir. Padahal, tanaman ini menjadi salah satu sumber makanan pokok di beberapa wilayah Indonesia serta tergolong tanaman asli Indonesia.

 

Berdasarkan penelitian biokimia ekstensif, talas di Indonesia bagian barat (Paparan Sunda) beda dengan talas yang tumbuh di Papua. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan kering dan lahan basah, tergantung sifat genotif kultivar yang dibudidayakan. Secara umum, dikenal beberapa jenis talas, seperti bogor, sutra, bentul, mentega, burkok, padang/sayur, kaliurang, berod, enau, jahe, kudo, dan lain-lain.

 

Namun, keberadaan tanaman talas terancam erosi. Erosi pada plasma nutfah talas ini juga bisa terjadi akibat tersingkir oleh komoditas dan varietas lain, serangan wabah hama atau penyakit tanaman, korban penanaman sejenis talas besar-besaran (menyingkirkan jenis talas lainnya), terabaikan karena perubahan pola konsumsi, dan lain-lain.

 

Soal penyakit talas, Indonesia juga sumbernya. Penyakit yang sering menyerang tanaman talas antara lain adalah hawar yang disebabkan oleh Phythophtora colocasiae. Ada juga Alomae-Bobone oleh virus dan hama kumbang Papua. Selain itu, juga ada serangan dari hama belalang dan ulat.

 

Semua erosi tersebut yang ditambah dengan manfaat talas yang besar, menurut Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Made Sri Prana, membuat talas harus dilestarikan. Apalagi, pengembangan kultivar baru jenis apa pun, termasuk talas, sangat tergantung pada tersedianya plasma nutfah yang memadai. "Ini sebagai salah satu modal utama," ujarnya.

 

Pelestarian plasma nutfah talas, menurut Prana, juga bisa menyelamatkan jenis lainnya, seperti miroba endofit potensial yang hidup dalam jaringan tumbuhan induknya. Selain itu, konservasi juga merupakan langkah untuk mengantarkan kekayaan plasma sumber daya genetik kepada generasi berikutnya.

 

Ada satu hal yang penting dan tak boleh dilupakan. Menurut Prana, meskipun tumbuhan diklasifikasikan sebagai sumber daya terbarukan, jika sekali lenyap; punahlah ia untuk selamanya. "Karena itu, upaya pelestarian sangat dibutuhkan," ujarnya. dewi mardiani, ed: andina

 

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/42/112376/Mengapa_Harus_Dilestarikan