Biotek

Go Clean and Green: Konsorsium Bioteknologi Indonesia

Dengan berakhirnya program 100 hari dan dimulainya tahun I program Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Pengurus Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) yang dipimpin oleh Bambang Prasetya, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku ketua KBI, pada Jum'at 29 Januari 2010 menyampaikan  pada Menristek Suharna Surapranata di ruang kerjanya,  "9 Rekomendasi KBI untuk membangun Indonesia ke depan lebih baik".



Masa depan umat manusia diyakini dihadapkan pada perubahan yang  sangat cepat karena perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan  teknologi, yaitu dengan adanya revolusi di bidang bioteknologi, teknologi  digital, dan teknologi material. Bangsa Indonesia harus aktif berperan dalam  dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat untuk  menguasai dan memanfaatkannya secara arif bagi kesejahteraan umat dan  keselamatan dunia. Indonesia dikaruniai keanekaragaman hayati yang  melimpah dan merupakan mega diversitas terbesar kedua di dunia.

Bioteknologi sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi inter-disiplin, dalam implementasinya yang optimal telah terbukti meningkatkan nilai tambah  yang bermanfaat bagi pembangunan pada berbagai sektor kehidupan umat  manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Temuan-temuan di bidang  bioteknologi telah dapat memberikan nilai tambah dan melestarikan  keanekaragaman hayati, khususnya dalam sektor kesehatan, pertanian,  industri dan lingkungan.

Berbagai Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan bioteknologi  telah menyiapkan tenaga-tenaga peneliti, membangun fasilitas dan merancang serta melaksanakan program riset dan pengembangan sesuai dengan bidang  masing-masing  yang tergabung dalam  Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) agar dapat  memperlancar lintasan dan mensinergikan informasi di bidang bioteknologi.

KBI bertujuan untuk aktif berperan dalam penguasaan, pengembangan dan  pemanfaatan bioteknologi secara optimal dan bijaksana bagi kesejahteraan umat dan kelestarian lingkungan melalui pengelolaan keanekaragaman  hayati.                  

KBI dengan visinya : "Bioteknologi untuk Indonesia sejahtera, aman dan kompetitif (PRO BIJAK) "Go Clean and Green", mengeluarkan 9 Rekomendasi  mencakup :

1.Penerapan  konsep zero waste dan  clean   production  di  seluruh  sektor produksi  dan distribusi,

2.Pengelolaan dan pemanfaatan biodiversitas Indonesia berbasis genomic,

3.Percepatan perakitan dan pengembangan bibit unggul berbasis biodiversitas dan bioteknologi molekuler untuk sektor produksi tanaman, ternak, ikan dan mikroba, 4.Pengembangan   kemandirian bahan pembantu ram ah lingkungan untuk di seluruh sektor produksi,

5.Pengembangan obat dan supplemen murah untuk masyarakat,

6. Penerapan prinsip pengobatan presisi ilmiah "scientific precision theraphy" dan teknologi kesehatan untuk antisipasi penyakit,

7.Penguatan peran bioteknologi dalam pembangunan kelautan dan perikanan, dan

8.Penerapan   teknologi   cerdik   (smart   solution) untuk   penanganan   pencemaran   dan konservasi sumber daya alam, serta

9.Pengembangan teknologi survival untuk kondisi darurat.


Rekomendasi ini disusun berdasarkan pemikiran dari para anggota KBI yang didasarkan pada pengalaman lapangan dan untuk menyikapi dinamika global dan regional yang berkaitan dengan pemanasan global, perubahan iklim, ancaman terhadap biodiversitas, kerusakan lingkungan dan sikap budaya masyarakat.

“KBI meyakini bahwa bioteknologi sangat memegang peran dalam menghadapi masalah tersebut. Bioteknologi telah terbukti di berbagai negara di masa lampau dan sekarang sebagai salah satu "tools" yang handal dan merupakan "cross cut" teknologi di semua sektor.”Ujar Bambang Prasetya.(KBI/AS/humasristek)

 

Sumber : www.ristek.go.id

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI