Biotek

Diseminasi Bioteknologi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Kab. Purworejo dan Kab. Temanggung

Minggu, 25 Oktober 2009

 

Desa Malang, Kecamatan Ngombol merupakan salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Mayoritas penduduknya adalah petani jagung dan palawija seperti, kacang panjang, terung, dan cabai, disamping tebu.

Ketersediaan pakan ternak yang cukup melimpah, baik dari limbah pertanian maupun rumput liar di desa ini, menjadikan sebagian penduduknya terbiasa pula memelihara ternak sapi secara tradisional. Namun demikian, secara umum mata pencaharian beternak sapi belum mengangkat kesejahteraan petani setempat. Hal ini antara lain disebabkan karena cara beternak yang belum menerapkan konsep peternakan modern, baik dari pengolahan pakan maupun intervensi reproduksi.

 

 

 

 

Kondisi yang hampir sama juga dialami oleh masyarakat di Desa Desa Morobongo, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Di desa yang menjadi salah satu sentra petani tembakau di Kabupaten Temanggung ini, hampir 60 persen penduduknya juga beternak sapi secara tradisional.

Untuk membantu petani/peternak sapi dalam meningkatkan produktivitas ternaknya, pada tahun 2009 KNRT melalui kegiatan Diseminasi Teknologi Spesifik Lokasi, telah melaksanakan salah satu kegiatan aplikasi bioteknologi untuk peternakan Sapi, di kedua desa ini. Selain aplikasi bioteknologi berupa IB, di Temanggung juga diaplikasikan pemanfaatan Biogas dengan memanfaatkan limbah ternak. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Puslit Bioteknologi LIPI, dengan mitra Kelompok Tani “LESTARI” Desa Malang, Ngombol, Purworejo, dan Kelompok Ternak “MEKAR MAKMUR III” Desa Morobongo, Jumo, Temanggung.


Berdasarkan hasil monitoring / Evaluasi yang telah dilakukan, masing-masing 10 ekor sapi yang ada di lokasi kandang di kedua Desa terlihat sehat, terawat, dan gemuk. Hal ini mengindikasikan bahwa para petani anggota kelompok cukup antusias dan bertanggung jawab dalam merawat sapi bantuan ini.


Pengecekan kebuntingan hasil aplikasi IB baru akan dilakukan pada akhir bulan Oktober, untuk memastikan keberhasilan IB. Meskipun demikian, berdasarkan insting para petani, sapi yang sudah di IB sudah menunjukkan tanda-tanda kebuntingan (seperti kulit halus, kehilangan berahi, dsb.).

Secara umum, kegiatan di lapangan sudah sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Pelatihan aplikasi teknologi reproduksi diselenggarakan tanggal 16 Oktober di Temanggung dan 17 Oktober di Purworejo, dengan mengundang k.l. 20 orang petani di wilayah desa setempat, Dinas pertanian Kabupaten, dan petugas lapangan.


Pemda Kabupaten Purworejo menyambut baik kegiatan ini, antara lain dengan seringnya petugas / mantri hewan datang ke kandang untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak. Pemda juga telah menjanjikan akan membangun kandang sebagai tambahan dari kandang yang telah ada saat ini. Disamping itu, akan memberikan bantuan berupa alat pencacah jerami / rumput kepada kelompok tani. Alat ini sangat berguna pada saat musim kering, dimana rumput hijau sulit diperoleh. Pemda juga akan memberikan bantuan satu buah pompa air, yang akan dipasang di sekitar lokasi kandang. (Ad.PRIPTD/Dep.3)

KRT, 20 Oktober 2009

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI