Print

Laboratorium BSL-3 LIPI Siap Beroperasi Tahun Depan

website10

Peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4). ( Foto: Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin ) Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sangat diperlukan di Indonesia. LIPI siap mengoperasikan laboratorium obat dan pangan fungsional di awal 2019.

Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 6 April 2018 | 16:05 WIB

Bogor - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan di awal 2019 laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) siap beroperasi untuk menjamin kualitas riset obat dan pangan fungsional. Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar good laboratory practice (GLP). Untuk itu, LIPI mencermati bahwa fasilitas laboratorium sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, mengatakan, kehadiran labolatorium ini diharapkan memperkecil ketimpangan (gap) antara fasilitas penelitian di dalam dengan luar negeri. Dengan ketersedian labolatorium yang cukup canggih bisa menarik diaspora untuk kembali berkarya di tanah air.

"Proyek fasilitas BSL3 dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBDN) senilai Rp 55 miliar. Diharapkan labolatorium ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, penguna lainnya, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya," katanya di sela-sela peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4).

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, menjelaskan, keberadaan laboratorium tersebut dapat memberikan jaminan atas kualitas hasil penelitian pangan dan kesehatan. Fasilitas ini juga memberikan jaminan atas konsistensi hasil penelitian dan pembuatan produk jadi siap komersialisasi, meningkatkan kepercayaan stakeholder, dan memperkecil bahaya yang bisa ditimbulkan produk karena kontaminasi.

"Cara membangun fasilitas ini juga diawasi secara ketat. Jangan sampai ada celah yang bisa membuat mikroorganisme terpapar keluar," ucapnya.

Enny mengatakan, labolatorium ini juga mendukung riset obat dan pangan fungsional berbasis mikroba. Selain itu bisa pula meneliti mikroorganisme patogen. Sejumlah penelitian yang terkait vaksin, kit diagnostik untuk kanker dan berbagai riset lainnya terkait pangan fungsional mencegah stunting pun akan dirampungkan di fasilitas ini.

Sebabnya, manfaat dari pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitas pendukungnya adalah untuk ketersediaan fasilitas bangunan dan peralatan riset yang sesuai dengan kebutuhan untuk pengujian riset pangan. Selain itu, laboratorium ini juga memberikan ketersediaan fasilitas produksi skala kecil sesuai standar GLP dan good manufacturing practice (GMP) dan memberi nilai tambah bagi produk hasil riset Indonesia.

"Dengan begitu, maka produk riset pangan Indonesia memiliki daya saing dengan produk sejenis dari negara lain, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Kemudian, produk riset juga akan memenuhi persyaratan mutu dan dijamin tidak menimbulkan risiko berbahaya yang disebabkan karena tidak aman, mutu rendah, atau yang lainnya," ungkap Enny.

Keberadaan laboratorium BSL-3 sendiri bakal memberikan manfaat bagi beragam stakeholder riset di Indonesia. Para stakeholder ini, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemkes), Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Standardisasi Nasional (BSN), berbagai universitas, industri obat di Indonesia, serta masyarakat umum.

Sumber: Suara Pembaruan

Sumber : http://www.beritasatu.com/nasional/486870-labolatorium-bsl3-lipi-siap-beroperasi-tahun-depan.html

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI