Print

LIPI Bangun Laboratorium Biosafety Level-3 untuk Jamin Kualitas Hasil Riset Pangan

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Aflar Sarvika

tribunTRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencermati bahwa fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Hal itu mengingat mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar Good Laboratory Practice (GLP).

Keberadaan laboratorium tersebut dapat memberikan jaminan atas kualitas hasil penelitian pangan dan kesehatan.

Selain itu juga dapat memberikan jaminan atas konsistensi hasil penelitian dan pembuatan produk jadi siap komersialisasi, meningkatkan kepercayaan stakeholder, dan memperkecil bahaya yang bisa ditimbulkan produk karena kontaminasi.

 

Dari latar belakang inilah, LIPI menginisiasi pembangunan laboratorium itu di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati mengatakan, manfaat dari pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitas pendukungnya adalah untuk ketersediaan fasilitas bangunan dan peralatan riset yang sesuai dengan kebutuhan untuk pengujian riset pangan.

Selain itu, laboratorium ini juga memberikan ketersediaan fasilitas produksi skala kecil sesuai standar GLP dan Good Manufacturing Practice (GMP) dan memberi nilai tambah bagi produk hasil riset Indonesia.

"Dengan begitu, maka produk riset pangan kita memiliki daya saing dengan produk sejenis dari negara lain, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Kemudian, produk riset juga akan memenuhi persyaratan mutu dan dijamin tidak menimbulkan risiko berbahaya yang disebabkan karena tidak aman, mutu rendah, atau yang lainnya," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (6/4/2018).

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi, Dr Bambang Sunarko, menuturkan bahwa tujuan jangka pendek adalah untuk memfasilitasi kegiatan penelitian tahap lanjut, pengujian, pembuatan prototipe dan lain-lain yang membutuhkan ruangan bebas-partikel bertekanan negatif BSL-3, baik secara in vitro maupun in vivo yang didukung oleh fasilitas berstandar GLP dan GMP.

"Sedangkan, tujuan jangka panjang pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitasnya adalah untuk mendukung pengembangan dan produksi pangan dan obat berbasis bioteknologi di Indonesia," katanya.

Sasaran jangka panjang lainnya dari pembangunan laboratorium BSL-3 adalah dari segi penggunaan fasilitas tersebut secara luas.

"Artinya, laboratorium bisa dimanfaatkan secara bersama melalui mekanisme kerja sama dengan LIPI. Ini ditujukan bagi stakeholder yang memerlukan pengujian dan pengembangan produknya agar berkualitas baik," tutup Bambang.

Para stakeholder ini, antara lain Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Standardisasi Nasional (BSN), berbagai universitas, industri obat di Indonesia, dan masyarakat umum.

Sumber: http://bogor.tribunnews.com/2018/04/06/lipi-bangun-laboratorium-biosafety-level-3-untuk-jamin-kualitas-hasil-riset-pangan

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI