Print

LIPI Kembangkan Singkong Unggul di Subang

Oleh: Warlan Putra - Kamis, 8 November 2018

singkong(Foto: mediajabar)

SUBANG – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi memiliki koleksi bibit singkong unggul yang mulai dikembangkan di wilayah Subang.

Singkong bibit unggul tersebut telah diujicoba di tiga desa di Kabupaten Subang yakni di Desa Palasari, Cijengkol, dan Sagalaherang sejak awal tahun 2018.

Untuk memperkenalkan singkong yang dikembangkan oleh LIPI tersebut, pihak LIPI bersama Pemkab Subang menggelar panen singkong di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan panen singkong tersebut dihadiri oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, Plt Bupati Subang H. Ating Rusnatim, Unsur Muspika Kecamatan Ciater, dan masyarakat sekitar.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, kebutuhan singkong di Indonesia terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya pemanfaatan sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri.

Oleh karena itu, ketersediaan bibit unggul dan teknologi pengolahan pasca panen khususnya untuk produk pangan sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan potensi nilai ekonomi singkong.

Print

LIPI Uji Coba Tanam Singkong Unggul di Subang

Oleh: Yusuf Adji, 7 November2018 - 16:41

singkong(Foto: pikiran rakyat)

SUBANG, (PR).- Bibit unggul singkong koleksi Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia diujicoba ditanam di tiga desa Kabupaten Subang, yaitu Palasari, Cijengkol, dan Sagala Herang. Singkong unggulan itu dikembangkan LIPI sebagai upaya mendukung pembangunan pangan di Kabupaten Subang.

Diketahui, ubi kayu atau singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Subang. Data Dinas Pertanian Kabupaten Subang tahun 2017, luas lahan singkong mencapai 891 hektar dengan hasil produksi mencapai 11 ribu ton.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan, singkong unggul yang dikembangkan LIPI dapat digunakan sebagai penambah nutrisi vitamin A karena mengandung beta karoten serta mempunyai kadar gula rendah. Tanaman tersebut dapat tumbuh alami pada rentang jenis tanah yang luas, termasuk lahan marjinal sehingga dapat berproduksi di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi.

“Singkong unggul hasil penelitian LIPI dapat mengatasi masalah kekurangan gizi seperti stunting atau kekerdilan dan aman dikonsumsi penderita diabetes,“ ujarnya.

Print

LIPI Dorong Penguatan Nilai Singkong Di Subang

 

Karenanya ketersediaan bibit unggul dan teknologi pengolahan singkong sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan potensi nilai ekonomi singkong.

Terkait itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi sejak awal 2018, memiliki koleksi bibit singkong unggul yang telah diujicoba di tiga desa di Kabupaten Subang, di desa Palasari, Cijengkol, dan desa Sagalaherang.

Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati saat panen singkong hasil

pegembangan dan ujicobanya di desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang Kamis (8/11/2018).

Enny menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang tahun 2017, luas lahan singkong di Subang mencapai 891 hektare dengan hasil produksi mencapai 11 ribu ton.

Print

Petani Subang Minati Singkong Unggul LIPI

singkongPanen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11). (Foto: Ari Rikin)

Ari Supriyanti Rikin / MPAKamis, 8 November 2018 | 17:11 WIB

Subang- Singkong unggul hasil riset dan inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diminati petani Subang, Jawa Barat. Lebih dari 5 hektare (ha) lahan petani ditanami singkong unggul LIPI yang kaya betakarotin dan baik untuk kesehatan.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, LIPI sudah memiliki 12 klon atau jenis singkong unggul yang sudah didesiminasikan ke sejumlah wilayah.

"Di antaranya ada jenis Adira 1 dan Adira 4 yang diinovasi dengan radiasi sinar gamma, sehingga hasilnya lebih besar dan kandungan betakarotennya tinggi," katanya dalam panen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11).

Print

Tanam Bersama Padi Gogo hasil riset LIPI

Oleh Media Center   Kamis, 25 Oktober 2018

tabalongsumber : http://portal.tabalongkab.go.id

MediaCenter,Tabalong – Desa Bintang Ara Kabupaten Tabalong menjadi salah satu lokasi kegiatan perdana Tanam Bersama Padi Gogo hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong di bidang pertanian.

Dengan luasan tanah 25 hektar yang merupakan lahan terlantar atau lahan bekas perkebunan yang tidak digunakan lagi , maka LIPI berupaya memanfaatkan lahan tersebut dengan mengembangkan dua varietas padi gogo Inpago LIPI Go 1 dan Inpagi LIPI Go 2.

Hal tersebut diungkapkan Enny Sudarmonowari selaku Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI saat ditemui awak media.

Dijelaskannya, dua varietas padi gogo yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi ini memiliki keunggulan dapat dipanen pada usia 110 sampai 113 hari sejak benih ditanam.

“selain itu juga produktivitasnya  tinggi dengan potensi hasil rata-rata 4,5 ton gabah kering giling per hektar, lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional sebanyak 3,5 ton per hektare selain itu Varietas ini juga tahan terhadap penyakit Blas dan cekaman Aluminium yang banyak ditemukan di daerah termasuk di Kalimantan Selatan,” papar Enny.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI