• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Aplikasi teknologi marker sebagai pendeteksi sifat kembar pada sapi Fries Holland dan peranakan Ongole: Laporan PKL 2011

Amanda Putri Lestari

A. Latar Belakang
Peningkatan konsumsi daging umumnya disebabkan oleh meningkatnya standar hidup dan diversifikasi pangan. Kendala utama produksi daging di Indonesia justru disebabkan oleh populasi sapi lokal yang tidak dapat memenuhi norma gizi. Populasi sapi potong yang ada hanya sekitar 5% dari jumlah penduduk di Indonesia (Wirawan, 2011). Sedangkan di tahun 2007, populasi sapi perah di Indonesia sebanyak 378.000 ekor dan produksi susu sapi sebanyak 636.900 ton. Produksi sebesar itu hanya memenuhi 25-30% kebutuhan konsumsi r:lasionai, sehingga harus didatangkan susu dan produk olahatmya dari luar negeri yang terbanyak dari New Zealan, Australia, dan Philipina (Nugroho, 2008). Kebutuhan akan suplai daging yang meningkat dikalangan konsumen, telah memicu para ahli untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produktivitas ternak sapi. Salah satu dari program unggulan lembaga penelitian dan dinas peternakan adalah kelahiran kembar pad a sapi. Pada dasarnya, sapi adalah hewan yang hanya menghasilkan satu ovum dalam siklus birahi. Hal ini menyebabkan kelahiran kembar pada sapi jarang terjadi. Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (2009), kelahiran kembar pada ternak sapi dapat ditingkatkan hingga 50% melalui seleksi sifat kembar, perbaikan manajemen pemeliharaa, dan pakan.

EVALUASI KUALITAS SPERMA SAPI PADA PENGENCERAN DAN PENYIMPANAN PADA SUHU 5OC : Laporan PKL 2010

Psycha Anindya Wicaksono

A. LATAR BELAKANG
Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan selama beberapa tahun terakhir membawa dampak bagi industri peternakan berupa meningkatnya permintaan terhadap produk dari hewan ternak, terutama daging sapi. Akan tetapi, peningkatan kebutuhan konsumsi daging sapi saat ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi daging karena populasi sapi potong tidak bertambah, yaitu kurang lebih 12 juta ekor, bahkan jumlah ini cenderung menurun (Toelihere, 2004). Hal ini mendorong dikembangkannya teknik peningkatan mutu ternak yang diharapkan dapat memperbanyak jenis ternak yang unggul. Metode yang telah berkembang luas saat ini yaitu inseminasi buatan (IB).


Inseminasi Buatan (IB) merupakan teknologi reproduksi generasi pertama yang memanfaatkan sperma pejantan unggul secara maksimal dalam program pemuliabiakan ternak (Toelihere, 2004). Tujuan utama dilakukannya teknik IB adalah untuk mempercepat laju peningkatan populasi dan mutu serta replacement stock induk (Riyanto dan Sunarto, 2009). Teknologi IB adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan sperma yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun’ (Anonim, 2008).


Teknologi IB sudah merupakan hal yang umum bagi peternak di Indonesia, tetapi keberhasilan IB kadang menemui masalah dikarenakan kurangnya pengetahuan para peternak mengenai dasar mekanisme biologis dalam hubungan antara kualitas sperma dan fertilitas. Oleh sebab itu dilakukan evaluasi kualitas sperma yang meliputi evaluasi makroskopis dan mikroskopis. Evaluasi makroskopis meliputi volume, bau, warna, pH, dan konsistensi (kekentalan) cairan semen, sedangkan evaluasi mikroskopis meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan membran plasma utuh (MPU) sperma.

Katalog : http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=12581

 

 

 

Isolasi dan identifikasi mikroba dari bintil akar padi dengan metode langsung dan metagenomik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia : Laporan PKL 2010

Febiola Natasha

Latar Belakang

Nitrogen merupakan unsur kunci dalam pembentukan asam amino dan asam nukleat yang sangat enting dalam kehidupan makhluk hidup. Hampir sekitar 80% atmosfer merupakan gas nitrogen, tetapi gas nitrogen tersebut tidak dapat langsung digunakan oleh tanaman. Pada umumnya penambahan pupuk nitrogen dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur nitrogen tanaman. Beberapa jenis tanaman tertentu dapat bersimbiosis membentuk bintil akar dengan bakteri pemfiksasi nitrogen. Dengan demikian tanaman tersebut tidak terlalu tergantung pada penambahan pupuk nitrogen untuk memenuhi kebutuhannya akan nitrogen. Melalui bintil akar yang terbentuk, mikroba simbion akan menangkap gas nitrogen di lldara, kemudian mengubahnya menjadi amonia yang dapat digunakan oleh tanaman. Amonia tersebut akan digunakan untuk memproduksi asam amino, protein, asam nukleat, dan produk bernitrogen lainnya (Lindemann & Glover, 2003). Namun, tidak semua tanaman dapat bersimbiosis dengan mikroba pemfiksasi nitrogen untuk membentuk bintil akar.

Penapisan cendawan endofit akar pada tanaman jagung (Zea mays L.) dan padi gogo (Oryza sativa L.): Skripsi 2009

Yulia Elistriyan

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji cendawan endofit akar dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dan jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah inokulasi ke-13 isolat cendawan yang diduga sebagai cendawan endofit akar pada daerah perakaran tanaman jagung dan padi yang berumur satu minggu yang ditumbuhkan pada media zeolit steril. Di antara ke-13 isolat, isolat 13 ialah isolat standar cendawan endofit akar yang telah yang telah diketahui efektivitasnya. Tanaman yang diinokulasi cendawan diberi pupuk Johnson dengan konsentrasi fosfat 50%. Terdapat dua macam kontrol yaitu kontrol tanaman yang dipupuk dengan fosfat 50% (P 50%) yang disebut Kl dan 100% (P 100%) yang disebut sebagai control positif atau K2.

Adsorpsi kitosan terhadap tetrasiklin hidroklorida dalam asam klorida 0,1 N dan dalam air. = Skripsi 2004

 Penulis : Rini Setyawati

Penggunaan kitosan saat ini diminati karena bisa menurunkan kadar kolesterol, asam urat, pengikat lemak sekaligus pelangsing tubuh, tetapi kemungkinan kitosan itu sendiri bisa menyerap sebagian besar obat lain misalnya saja antibiotic dalam hal ini tetrasiklin hidroklorida. Penelitian diharapkan dapat memberikan informasi sifat kitosan terhadap antibiotik tetrasiklin hidroklorida. Telah dilakukan penelitian adsorpsi kitosan terhadap tetrasiklin hidroklorida.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI