• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

MSc Major Thesis :The Construction of Baculovirus Vectors for the Expression of Dyslexia-Related Proteins in Insect and Mammalian Cells

Akhirta Atikana, Monique van Oers (Laboratory of Virology, Wageningen University, The Netherlands)

ABSTRACT
Dyslexia is a reading disability that is caused by abnormalities of the neuronal system in the brain. The KIAA0319 (KIA) gene has a strong relation to dyslexia and a homologue of the KIA gene, the KIAA0319-like (KL) gene is predicted to have an association with dyslexia. Further characterization of the dyslexia-related genes and proteins is important to study their functional role and their association with reading disability. However, large amount of proteins are needed in order to achieve the purpose. 

MSc Minor Thesis: Screening of Keto Synthase (KS) Gene Fragments in Marine Sponges:Halichondria panicea and Crambe crambe

Akhirta Atikana, Naim Mohamad, Detmer Sipkema

Laboratory of Microbiology, Wageningen University, The Netherlands

Abstract
Diverse microbial communities are present in marine sponges. The symbiotic interactions between bacteria and sponges are associated with the diversity of secondary metabolites production. The Polyketide Synthase genes (PKS) and the Halogenase genes are involved in the biosynthesis of secondary metabolites. During this research, we observed the presence of Keto Synthase (KS) gene in two species of marine sponges: Halichondria panicea and Crambe crambe, as well as in the sponges-associated bacteria.

Hidrolisis karbohidrat manan (bungkil inti kelapa sawit) dengan enzim mananase dari Streptomyses cyaenus untuk menghasilkan oligosakarida.: Laporan Thesis 2013

AWAN PURNAWAN

Dibimbing oleh TUN TEDJA IRA WADI dan YOPI

RINGKASAN

    Berbagai jenis oligosakarida telah diproduksi menggunakan karbohidrat pati dengan menggunakan berbagai jenis enzim seperti antara lain amylase dan cylodextrin glucosyltranferase. Di sisi lain, karbohidrat non-pati yaitu selulosa dan hemiselulosa merupakan karbohidrat yang banyak terdapat di Indonesia dan dapat juga dimanfaatkan untuk produksi oligosakarida. Diantara kandidat oligosakarida tipe baru yang dapat dikembangkan adalah oligosakarida dari polisakarida manan yang termasuk dalam hemisellulosa. Bungkil inti kelapa sawit (BIKS) atau Palm Kernel Cake (PKC) merupakan salah satu biomassa mengandung karbohidrat manan.

Hidrolisis karbohidrat manan memerlukan enzim mananase. Indonesia Culture Collection (InaCC) LIPI memiliki koleksi mikroba hasil isolasi dari berbagai area di Indonesia. Karakteristik koleksi mikrobanya sangat menarik dan dari hasil skrining terhadap sekitar 500 isolat mumi, telah diperoleh 4 isolat potensial penghasil enzim mananase (Yopi et al. 2010). Dalam penelitian ini dipilih satu isolat dari InaCC untuk digunakan dalam produksi enzim mananase yang akan dimanfaatkan dalam proses reaksi hidrolisis biomassa BIKS, di lakukan analisis produk oligosakarida campuran dari hidrolisis biomassa manan, dan mendapatkan produk oligosakarida campuran hasil hidrolisis biomassa manan dengan enzim mananase.

Purifikasi dan pencirian eritropoietin rekombinan hasil ekspresi pada sistem khamir Pichia pastoris: laporan skripsi 2009

Andri Wardiana

Abstrak

    Untuk keperluan klinis diperlukan protein yang murni dan diketahuinya struktur gula dari eritropoietin (EPO) rekombinan. PurifIkasi dilakukan dengan metode histrap dan dilanjutkan dengan kolom kromatografI fIltrasi gel untuk mendapatkan protein yang lebih murni. Protein murni yang didapat kemudian dicirikan gugus gulanya dengan menggunakan N- dan O-glikosidase serta dibandingkan dengan EPO rekombinan dari sel mamalia. Hasilnya menunjukkan adanya kesamaan pola penurunan bobot molekul protein yang dapat dilihat dengan metode blot Western.

Oligosakarida murni dihidrolisis untuk menghasilkan berbagai monosakarida dengan cara inkubasi dengan HCI 4 N pada suhu 100°C selama 6 jam dan hasilnya diaplikasikan pada kolom kromatografi cair kinerja tinggi untuk mengetahui komposisi monosakaridanya. Akan tetapi data yang didapatkan belum dapat menunjukkan jenis monosakarida apa yang terkandung didalamya.

POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANALISIS EMULSIFIKASI BIOSURFAKTAN DARI ISOLAT BAKTERI LOKAL: Laporan Skripsi 2010

AGUS PURNOMOHADI

Dibimbing oleh EMAN KUSTAMAN dan DWI SUSILANINGSIH

ABSTRAK

    Penggunaan senyawa antibakteri yang tidak tepat dalam kehidupan sehari-hari mendorong timbulnya resistensi terhadap antibakteri. Biosurfaktan berpotensi sebagai antibakteri namun laporan mengenai aplikasinya di bidang biomedis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi biosurfaktan hasil pemumian melalui analisis emulsifikasi dan potensi antibakterinya terhadap Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Potensi antibakteri ditentukan dengan metode cawan mikro yang dimodifikasi menggunakan pewama Tetrazolium Blue Chloride (TBC).

Biosurfaktan dipisahkan dari kultur isolat SR_DP.7, SR_DP.9, dan BT-38-CP yang berumur 54 jam dengan sentrifugasi dan ekstraksi menggunakan etil asetat. Rendemen biosurfaktan hasil pemumian untuk isolat SR_DP.7, SR_DP.9 dan BT-38-CP secara berturut-turut adalah 0.95, 0.36, dan 0.08 %. Biosurfaktan dari isolate SR DP.7 memiliki kemampuan emulsifikasi lebih lemah dibandingkan biosurfaktan dari isolat SR_DP.9 dan BT-38-CP. Pengujian antibakteri menunjukkan bahwa biosurfaktan dari SR_DP.7 dan SR_DP.9 tidak berpotensi antibakteri hingga konsentrasi 10 000 ppm. Biosurfaktan dari BT-38-CP berpotensi antibakteri terhadap B. subtilis dan S. aureus pada konsentrasi 5000 ppm. Panjang gelombang maksimum untuk pengujian antibakteri adalah 620 nm untuk E. coli dan P. aeruginosa, 615 nm untuk B. subtilis, dan 595 nm untuk S. aureus.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI