• pembimbingan
  • icon-pembimbingan-b
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI
  • Pembimbingan Penelitian Mahasiswa oleh Puslit Bioteknologi LIPI

Isolasi plasmid pAF-SCFV-101 dan pPICZ?-B untuk ekspresi protein rekombinan pada Pichia pastoris: Laporan PKL 2011

Laita Nurjanah

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Praktik lapangan merupakan salah satu sarana yang dimiliki oleh Institut Pertanian Bogor untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Praktik lapangan dapat dilakukan pada instansi di bidang industri ataupun lembaga penelitian yang te rkait dengan disiplin ilmu yang sedang dipelajari. Melalui program ini , diharapkan mahasiswa memperoleh gambaran dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga pada saat memasuki dunia kerja, mahasiswa telah memiliki bekal dan pengalaman yang cukup memadai. Penulis memilih untuk melakukan praktik lapangan di Laboratorium Rekayasa Protein dan Bioproses Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Bogor karena ketertarikan yang tinggi di bidang bioteknologi terutama terkait dengan rekayasa genetik.

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGAL ISOLAT MIKROBA GUA KAPUR : Laporan Thesis 2010

rumellasRumella Simarmata

INTISARI
Eksplorasi mikroba pada situs ekologi langka (rare ecologically site) meniberikan kesempatan yang menjanjikan dalam penemuan spesies mikroba baru dan senyawa baru. Candida albicans merupakan jamur patogen yang dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya pada manusia. Sebagian besar obat antijamur dapat menghambat pertumbuhan jamur, namun masih belum cukup efektif dalam pengobatan, selain itu keberadaan dan jumlahnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi isolat mikroba dari gua kapur yang mempunyai aktivitas antagonistik yang tinggi terhadap C. a/bicans, mengidentiflkasi senyawa antijamur yang dihasilkan, dan mengkarakterisasi isolat yang terpilih.

Isolasi dan Identifikasi Bakteriosin Bakteri Asam Laktat S12 dari Bekasam : Laporan Skripsi 2011

meykwABSTRAK
MEY KURNIA WIBOWO.

Dibimbing oleh SURYANI dan LINDA SUKMARINI.

Bakteri asam laktat penghasil bakteriosin diisolasi dari bekasam, makanan tradisional Indonesia dari Provinsi Lampung. Salah satu isolat yang menghasilkan bakteriosin potensial (isolat S 12) teridentifikasi sebagai Lactobacillus plantarum S 12 berdasarkan sekuen 16S rRNA. Analisis sekuen 16S rRNA menunjukkan homologi sebesar 98% dengan beberapa strain L. plantarum lainnya. Bakteriosin S 12 (plantaricin S 12) menunjukkan kemampuan menghambat beberapa patogen, terutama Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus.

Ekstrasi pektin dari sumber daya hayati (sekam padi, kulit durian, kulit jeruk, dan daun teh) : Laporan PKL 2011

Ade Irma

adeirmaPENDAHULUAN

Latar Belakang

     Indonesia merupakan Negara dengan tingkat biodiversitas tanaman tertinggi kedua di dunia setelah Brazil dan memiliki kekayaan sumber daya hayati terbesar. Salah satu sumber daya hayati Indonesia adalah kekayaan akan sumber pangan seperti buah-buahan dan padi-padian. Contoh kekayaan sumber daya hayati Indonesia adalah buah jeruk, buah durian, daun teh, dan sekam padi.

Keempat contoh tersebut merupakan tanaman hortikultura yang penting dalam perekonomian masyarakat, memiliki nilai pasar yang tinggi, dan merupakan komoditas yang sangat menguntungkan. Tetapi, pemanfaatan buah jeruk, buah durian, dan padi, baik di dalam industri pengolahan sari buah atau konsumsi harian masyarakat akan menghasilkan limbah berupa kulit jeruk, kulit durian, dan sekam padi dalam jumlah yang cukup besar. Limbah kulit jeruk, limbah kulit durian, limbah sekam padi, dan daun teh dapat dimanfaatkan dengan mengambil zat-zat berguna yang terkandung di dalamnya. Salah satu zat yang dapat dimanfaatkan dari keempat bahan terse but adalah pektin.

Produksi hormon human G-CSF rekombinan pada sistem ekspresi Pichia pastoris dalam kultur labu kocok di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia : Laporan PKL 2011

Amanda

amanda1.1 Latar Belakang

     Manusia memproduksi 60 juta sel neutrofil yang hanya dapat bertahan selama 8 jam setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Penderita neutropenia memiliki jumiah sel darah putih, terutama neutrofil, yang sangat rendah. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan neutropenia adalah virus HIV, penggunaan beberapa obat-obatan, hemodialisis, serta penyakit hematologis seperti anemia aplastik, kemoterapi, dan kanker (Stevens, 1994). Salah satu cara untuk mengobati penyakit ini adalah dengan menginduksi pembentukan sel darah putih dalam tubuh yang dilakukan oleh hormon G-CSF (Granulocyte-Colony Stimulating Factor). Pemberian G-CSF pada pasien neutropenia akan memicu pembentukan sel darah putih dan membantu mempercepat proses kemoterapi pada pasien kanker (Gabrilove et al., 1988; Crawford et al., 1994; Ceme1c et al., 2000).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI