Pengembangan Kebun Plasma Nutfah Pisang

Pisang 23Pisang merupakan salah satu komoditas sumber pangan alternatif karena kandungan karbohidrat dan kalorinya yang cukup tinggi. Kandungan vitamin dan mineralnya pun sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Dalam setiap buah pisang Cavendish (ukuran sedang, 126 gram) mengandung 110 kalori, 30 gram karbohidrat, 3 g serat pangan, kalium 450 mg, 19 g gula, 1 g protein, 81 IU (2%) vitamin A, 25% vitamin C, 0.3 mg (2%) zat besi. Selain itu pisang juga mengandung 0.5 mg vitamin B6, 0.3 mg mangan, 34 mg magnesium, 25.0 mcg asam folat, 0.1 mg riboflavin, 0.8 mg niacin.



Selain memiliki potensi yang besar dalam menunjang peningkatan pendapatan masyarakat petani, pisang juga merupakan bahan baku industri olahan (untuk chip, keripik, puree,tepung) dan komoditas yang potensial untuk meningkatkan ekspor buah. Indonesia (dan Asia Tenggara) merupakan tempat pusat keragaman pisang dan memiliki banyak jenis dan kultivar yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia. Dari 71 jenis Musa (nama latin pisang--Red) yang ada didunia, dua belas jenis diantaranya ada di Indonesia. Namun hanya dua jenis yang merupakan nenek moyang pisang budidaya saat ini, Musa acuminata Colla (genom A) dan Musa balbisiana Colla (genom B). Tidak kurang 15 varietas M. acuminata terdapat di Indonesia, yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Dari ribuan kultivar yang tercatat ada di dunia Indonesia memiliki lebih dari 200 kultivar lokal yang seluruhnya adalah varietas alami dan belum mengalami pemuliaan.Kelangsungan varietas pisang di masa depan membutuhkan pengembangan riset. Banyaknya pisang liar di Indonesia dapat diteliti untuk menambah pemahaman dan ketahanan pisang budidaya menghadapi ancaman kepunahan karena serangan hama dan penyakit. Keragaman pisang yang ada membutuhkan konservasi sebagai sarana untuk melestarikan plasma nutfahnya. Kebun Plasma Nutfah Pisang merupakan salah satu bentuk konservasi ex-situ yang mencakup kegiatan koleksi dan introduksi, perbanyakan dan penyimpanan, evaluasi dan karakterisasi, dokumentasi, pemanfaatan dan distribusi plasma nutfah tanaman.

Kebun Plasma Nutfah Pisang Cibinong Science Center menyimpan koleksi pisang yang terdiri dari koleksi pisang liar, pisang budidaya dan pisang hasil induksi poliploidisasi serta hasil persilangan dengan berbagai tingkatan ploidi dan genom yaitu AA, AB, BB, AAA, AAB, ABB, AAAA,AAAB dan mixoploid. Koleksi pisang ini ditanam di dalam 7 plot penanaman yang tersebar di 3 lokasi di CSC yang luasnya sekitar 3.5 hektar. Koleksi plasma nutfah pisang juga dikonservasi dalam bentuk kultur in-vitro, yang tersimpan di Laboratorium Kultur Sel, dan Jaringan Tanaman dan Laboratorium Genetika Tumbuhan, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi.

Kegiatan pengembangan kebun plasma nutfah pisang ditujukan agar seluruh koleksi plasma nutfah ditata dan dikelola dengan baik sehingga koleksi hasil-hasil penelitian yang sudah dicapai tidak hilang (mati karena penyakit dan hama atau dicuri), rusak, diabaikan atau bahkan lahan/kebun yang berubah fungsi, sehingga pelestarian dan pemanfaatan koleksi plasma nutfah tanaman dapat berkelanjutan dan lestari.

Selain itu koleksi kebun plasma pisang dapat dimanfaakan dan distribusikan kepada peneliti, pemulia/breeder, petani, dan hobbyis, dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu etalase dan sarana untuk diseminasi hasil-hasil penelitian dan sarana edukasi dan objek agrowisata ilmiah guna dimanfaatkan masyarakat umum dan stakeholder lainnya. (Diyah Martanti, Yuyu Suryasari Poerba dan Tri Handayani)