Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Perah dalam Upaya Peningkatan Produksi dan Kualitas Susu

sapiProduksi susu di Indonesia terhitung masih sangat rendah secara kuantitatif dan kualitatif. Di Jawa Barat saja pada tahun 2008 susu sapi perah yang dihasilkan hanya sebesar 235.507.350 liter dimana untuk Kabupaten Bogor jumlahnya mencapai 12.504.646 liter. Sementara itu, konsumsi susu di Indonesia juga masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Padahal susu sapi merupakan bahan pangan yang sangat  berharga karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri, Indonesia masih harus mengimpor dari luar.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam negeri, masyarakat peternak dituntut untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri menuju swasembada susu pada tahun 2014 seperti telah dicanangkan oleh pemerintah. Rendahnya produksi susu disebabkan oleh beberapa faktor penentu dalam usaha peternakan, seperti pemuliaan dan reproduksi, penyediaan dan pemberian pakan, pemeliharaan ternak, penyediaan sarana dan prasarana pengolahan, serta pencegahan penyakit dan pengobatan ternak.  Manajemen pakan memiliki proporsi yang sangat besar dalam produktivitas susu, dibandingkan breeding dan manajemen kandang. Dalam rangka meningkatkan  efisiensi manajemen pemeliharaan ternak khususnya pemberian pakan, perlu dilakukan strategi pemberian pakan yang meliputi penyediaan bahan pakan, penyusunan ransum, penyajian pakan dan peran kelembagaan yang terkait. Penyediaan bahan pakan sapi perah harus mempertimbangkan faktor palatabilitas, nilai nutrisi, ketersediaan dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, serta harga terjangkau.

Hasil kegiatan agribisnis peternakan sapi perah produksi susu rata-rata 6-8 liter/ekor/hari lebih rendah daripada yang  diharapkan sebesar 10 liter/ekor/hari. Ternak sapi perah masih memerlukan waktu pemeliharaan untuk dapat memproduksi 10 liter/ekor/hari.  Hasil analisa susu adalah lemak 3,5%, protein 3,0%, pH 6,7. Berdasarkan standar mutu susu segar SNI 01-3141-1998 untuk 3 komponen susu yang dianalisa masuk dalam kriteria SNI yaitu lemak minimal 3%, pH 6-7 dan protein minimal 2,7%.
 
Kata Kunci :  Agribisnis, model peternakan, sapi perah, kualitas susu.
Peneliti : Baharuddin Tappa, Fifi Afiati, Syahruddin Said, Muhammad Gunawan,  Nova Dilla Yanthi, Nina Herlina, Handrie, Edy Sophian, Hidayat Syahbana,  M Watman, Neneng Hasanah, Amiruddin

download laporan teknik 2011 lengkap disini.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI