Karakteristik dan Pengembangan Karbohidrat dari Umbi Kentang Hitam (Coleus tuberosus Benth) dan Ubi Kayu (Manihot esculenta)

ubi-kupadUmbi-umbian menjadi salah satu alternatif pengembangan sumber karbohidrat selain padi. Dari kelompok umbi-umbi tersebut, sedikitnya ada tiga jenis umbi yang dapat dijadikan sumber pangan potensial yaitu kentang hitam (Coleus tuberosus), ubi kayu (Manihot esculenta) dan ubi tacca (Tacca leontopetaloides). Pemanfaatan dan pengolahan umbi menjadi bahan pangan tergantung oleh kandungan karbohidrat yang terdapat dalam masing-masing umbi tersebut. Dalam rencana kegiatan 2011~2014, akan dilakukan penelitian dengan tahapan sebagai berikut : 1) proses ekstraksi karbohidrat kentang hitam, ubi kayu dan ubi tacca, 2) analisa karakteristik kandungan karbohidrat dan 3) analisa potensi karbohidrat untuk produksi

 

komponen pangan fungsional seperti oligosakarida. Fokus kegiatan tahun 2011 adalah ekstraksi dan karakteristik karbohidrat dari ubi kayu dan kentang hitam. Ekstraksi karbohidrat ubi kayu dilakukan terhadap empat varietas ubi kayu yaitu FEC, adira, mentega dan roti. Berat  rendemen yang diperoleh dari masing-masing varietas ubi kayu tersebut adalah 23-24% baik yang umur 6 maupun 9 bulan dengan berat karbohidrat yang diperoleh untuk masing-masing varietas rata-rata 1-2 kg. Berdasarkan data analisa sifat fisiko kimia dari empat varietas tersebut menunjukkan kadar amilopektin untuk FEC lebih rendah dari pada kadar amilosanya dibandingkan dengan varietas yang lainnya (31-36% VS 43-54%) dan daya cerna tinggi (80-100%). Hasil analisa menggunakan SEM dari keempat varietas ubi kayu yang diuji untuk umur 6 bulan ukuran granulanya lebih kecil (10μm) dibandingkan yang umur 9 bulan (20μm). Untuk kentang hitam kita melakukan ekstraksi karbohidrat dari tiga jenis kentang hitam yaitu, kentang hitam 4.9 = kentang hitam Nganjuk Tg 6 Gy#3.1; kentang hitam 2.12 = kentang hitam nganjuk 07-1#1.43 dan kentang hitam 3.2 = kentang hitam Sangian. Berat rendemen karbohidrat yang diperoleh rata-rata 26% dengan berat total karbohidrat mencapai 1-2 kg untuk masing-masing varietas. Berdasarkan analisa sifat fisiko kimianya menunjukkan bahwa kadar amilosa (32%) yang diperoleh lebih rendah dibandingkan dengan kadar amilopektinnya (52%) sehingga karbohidrat dari umbi kentang hitam ini sangat bagus untuk produksi oligosakarisa jenis isomaltooligosakarida.

Kata Kunci : umbi minor, karbohidrat, enzim, bioproses, senyawa bioaktif

Peneliti : Nanik Rahmani, Ade Andriani, Awan Purnawan, Yopi

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI