• banner biotek2
Print

Manipulasi Sel Somatik dan Transgenesis Tanaman Talas

on .

MANIPULASI SEL SOMATIK DAN TRANSGENESIS TANAMAN TALAS

Andri Fadillah Martin, N. Sri Hartati, Aida Wulansari, Siti Noorohmah, Pramesti Dwi Aryaningrum dan Witjaksono

Seminar Nasional Hasil Penelitian Unggulan Bidang Pangan Nabati. Bogor, 25 September 2014. 75-90 hal.

Kelangkaan pangan telah MANIPULASI SEL SOMATIK DAN TRANSGENESIS TANAMAN TALASmenjadi ancaman setiap negara, semenjak meningkatnya pertumbuhan penduduk dunia, sehingga dunia akan menghadapi ancaman karena ketidakmampuan mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan penyediaan pangan yang memadai. Dengan demikian, diperlukan suatu usaha untuk mengurangi ketergantungan pangan pokok dari komoditi beras. Salah satu alternatif yang perlu dikembangkan adalah pengembangan tanaman umbi-umbian yang kini mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Komoditas umbi dari sumber daya lokal yang potensial untuk dikembangkan adalah talas (Colocasia esculenta L. Schott.). Talas merupakan tanaman herba yang digunakan sebagai makanan pokok di daerah Pasifik. Di Indonesia, talas memiliki keanekaragaman genetik yang besar sehingga potensi perakitan galur unggul talas ini terbuka lebar baik secara konvensional maupun bioteknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan protokol untuk mendapatkan varietas unggul melalui poliploidisasi, fusi protoplas dan transgenesis tanaman talas. Penelitian manipulasi sel somatik talas terdiri dari induksi mutasi dengan sinar gamma, induksi poliploid dengan oryzalin dan fusi protoplas. Percobaan fusi protoplas dimulai dari induksi kalus meremah yang dilanjutkan dengan pengembangan protokol isolasi dan fusi protoplas. Telah diperoleh tunas-tunas hasil radiasi sinar Gamma yang dapat digunakan untuk seleksi lebih lanjut. Induksi poliploidisasi talas berhasil dilakukan dengan didapatkannya kultur talas poliploid. Protokol fusi protoplas dikembangkan melalui fusi antara protoplas dua jenis talas berbeda yang diisolasi dari daun dan kalus. Penelitian transgenesis talas meliputi pengembangan metoda transformasi genetik menggunakan faktor transkripsi 35S-OSHOX4 dan analisis molekuler planlet hasil transformasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian rekayasa genetika talas untuk ketahanan terhadap kekeringan adalah protokol transfromasi genetik gen 35S-OSHOX4 mengggunakan Agrobacterium tumefaciens dan planlet putatif transgenik. Plantlet-plantlet in vitro talas yang diperoleh dari penelitian manipulasi somatik maupun transformasi genetik diharapkan dapat diuji lebih lanjut untuk pengembangan galur baru talas unggul.

Kata kunci: Talas, induksi mutasi, induksi poliploid, transformasi genetik, Agrobacterium tumefaciens.

Sumber: http://perpus.biotek.lipi.go.id/index.php?p=fstream&fid=3155&bid=15601

Print

Karakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061

on .

Karakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061

Puspasari NoerwKarakterisasi Biodegradasi Senyawa Poliaromatik Dibenzothiophene Oleh Bakteri Laut Novosphingobium mathurense LBF-1-0061an Tanjung, Elvi Yetti, Ahmad Thontowi, Agung Suprihadi, Susiana Purwantisari & Yopi

Jurnal Biologi Indonesia 12 (2): 257-264 (2016)

Dibenzotiofen merupakan kelompok hidrokarbon polisiklik aromatik yang memiliki kandungan sulfur. Senyawa ini memiliki sifat toksik, mutagenik dan sulit terdegradasi di lingkungan. Dari uji skrining diketahui bahwa isolat LBF-1-0061 termasuk bakteri yang mampu mendegradasi dibenzotiofen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat bakteri laut LBF-1-0061 dalam mendegradasi dibenzotiofen melalui uji skrining, analisis residu dibenzotiofen dengan GC/M dan untuk mengidentifikasi isolat tersebut secara molekular. Isolat LBF-1-0061 mampu tumbuh dalam dibenzotiofen hingga konsentrasi 100 ppm dalam 14 hari inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi dibenzotiofen terjadi hingga 37,5%. Identifikasi sebagian gen isolat LBF-1-0061 dilakukan berdasarkan gen 16s rRNA. Hasil analisis menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki tingkat kemiripan sebesar 99% dengan Novosphingobium mathurense strain SM117.

Kata Kunci : Bakteri laut, Biodegradasi, Dibenzotiofen, Hidrokarbon polisiklik aromatik

http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=fstream&fid=3152&bid=15600

Print

Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Laut Arthrobacter arilaitensis LBF-003

on .

Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Laut Arthrobacter arilaitensis LBF-003

Dianti Rahmasari, Wijanarka, Sri Pujiyanto, Nanik Rahmani, & Yopi

Jurnal Biologi Indonesia 12 (1): 129-136 Pemurnian parsial dan karakterisasi(2016)

Pati merupakan sumber karbon yang melimpah di alam, dan α-amilase (1,4-α-D-glukanohidrolase; EC 3.2.1.1) yang menghidrolisis ikatan α-1,4-glikosidik pada molekul berpati. Produksi α-amilase yang berasal dari mikroba dalam beberapa tahun ini telah mengalami peningkatan yang pesat karena pemanfaatan amilase yang luas dalam industri makanan, tekstil, roti dan detergen. Studi ini melaporkan pemurnian, karakterisasi, dan analisis produk hidrolisis α-amilase dari bakteri laut pada pati. Enzim dari Arthrobacter arilaitensis ini dimurnikan secara parsial dengan pengendapan aseton 90%, dan kromatografi penukar ion menghasilkan aktivitas spesifik masing-masing sebesar 0,25 U/mg dan 0,38 U/mg, serta kemurniannya meningkat 1,14 kali dibandingkan dengan ekstrak kasarnya. Amilase ekstraseluler yang telah dimurnikan mempunyai aktivitas optimal pada pH 9 dan 50°C. Berdasarkan hasil zimogram, pita protein dari enzim amilase memiliki berat molekul antara 50-75 kDa. Produk hidrolisis enzim terhadap pati ini meliputi maltoheptosa, maltotriosa dan maltosa.

Kata Kunci: alfa amilase, bakteri laut, Arthrobacter arilaitensis, pemurnian, karakterisasi

http://perpus.biotek.lipi.go.id/perpus/index.php?p=fstream&fid=3149&bid=15599

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI