• esa unggul
  • kunjungan
  • kapusbiotek
  • apec2019a
  • dputiapec2019a
  • biotekastra-3 1
  • kerjasamabalitri
  • Kunjungan Universitas Esa Unggul Jurusan Bioteknologi ke Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Cibinong- 3 Desember 2019
  • Kunjungan SD Plus Cerdas Alam Rizkia ke Kebun Plasma Nutfah Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong,10 oktober 2019
  • Pelantikan Dr. Puspita Lisdiyanti M. Agr. Chem sebagai Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan Dr. Ahmad Fathoni sebagai Plt. Kabid Pengelolaan Penelitian Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Periode 2019-2024 oleh kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, 10 September 2019.
  • Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Deputy of Life Sciences at Annual Meeting and Seminar 2019 : APEC Reserach Center for Advanced Biohydrogen Technology,July 26, 2019 at Ekakarya Botanical Garden, Bedugul, Bali
  • Perkuat Kemitraan, LIPI Terima Kunjungan Sains PT Astra International, TBK.
  • Pusat Penelitian Bioteknologi Lipi Jalin Kerjasama Dengan Balai Penelitian Tanaman Industri Dan Penyegar Kementrian Pertanian

bioteknologi update a

seputar biotek web

biotek media

Print

Konsorsium Bioteknologi Indonesia Dukung Teknologi Bersih Di Kawasan Asia

Pemanasan global dan perubahan iklim diyakini oleh bangsa-bangsa di dunia, sebagai dampak pemakaian energy fosil yang sekian lama menumpuk. Dampak pemanasan global telah mendorong malapetaka di belahan dunia, diantaranya adalah perubahan iklim, banjir dan kekeringan. Dampak ini di masa mendatang dapat memacu krisis pangan, krisis lingkungan dan krisis energi yang berujung dapat mendorong krisis sosial dan krisis ekonomi secara global.

Menghadapi gelombang krisis global, bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba memberikan solusi yang cepat dan tepat dalam menyelamatkan bumi dan memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang sangat signifikan dan strategis dalam menjawab permasalahan tersebut adalah upaya pencarian energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan (green energy) dan mengganti bahan-bahan yang berbasis petrokimia dengan bahan dari biomasa.



Untuk maksud tersebut Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) bekerja sama dengan Korean Society for Biotechnology and Bioengineering (KSBB), ASEAN Sub Committee Biotechnology, Pusat Penelitian Bioteknologi Indonesia - LIPI dan Jurusan Teknik Kimia Ul,  mengadakan acara ASEAN-KOREA Symposium and Workshop on Biorefinery Technology for Sustainable Production of Biofuel and Industrial Biochemicals, dengan tema "Converging biorefinery to response climate change" pada Kamis, 18 Februari 2010 di Bidadari Room, Hotel Mercure Convention Center Ancol.

Bambang Prasetya, Kepala Pusat Penelitian  Bioteknologi - LIPI, Ketua KBI selaku Ketua Penyelengara mengatakan bahwa tujuan  Symposium ini adalah  untuk pemutakhiran teknologi, hasil riset dan produk yang telah dikembangkan selama 5 tahun terakhir, serta guna pembentukan Asia Network for Biorefinery Technology,  memperkuat kerjasama serta mempercepat hasil pengembangan teknologi bersih di kawasan Asia dalam rangka  mewujudkan "one world".

Selanjutnya, rekomendasi pemikiran dari para anggota KBI didasarkan pada pengalaman lapangan untuk menyikapi dinamika global dan regional yang berkaitan dengan pemanasan global, perubahan iklim, ancaman terhadap biodiversitas, kerusakan lingkungan serta sikap budaya masyarakat. "KBI meyakini bahwa bioteknologi sangat memegang peran dalam membantu menangani masalah tersebut. Bioteknologi telah terbukti di berbagai negara di masa lampau dan sekarang sebagai salah satu "tools" yang handal dan merupakan "cross cut" teknologi di semua sektor."ujar Bambang Prasetya.

Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata pada sambutan pembukaannya menyampaikan ,pemanasan global dan perubahan iklim diyakini para ilmuwan di dunia sebagai dampak pembakaran energi fosil, pembakaran hutan dan sampah yang melepas gas rumah kaca ke atmosfir, serta dampak dari pemanasan global telah mendorong malapetaka di berbagai belahan dunia, diantaranya perubahan iklim, banjir dan kekeringan. "Di masa mendatang hal ini dapat memacu berbagai krisis seperti krisis pangan, krisis lingkungan dan krisis energi yang pada akhirnya dapat medorong krisis sosial serta  krisis ekonomi".ujar Suharna.

Beberapa narasumber menawarkan berbagai solusi, antara lain dengan menggunakan teknologi bersih menghasilkan bahan bakar baru dan terbarukan. Succes story pengembangan bahan bakar generasi kedua yang menggunakan biomasa sebagai bahan baku seperti cellulose ethanol. Bahkan bahan bakar generasi ke tiga yang menggunakan microalgae untuk memproduksi biohydrogen suatu energi yang tidak mengeluarkan emisi C02 sudah diperkenalkan.

Narasumber lainnya seperti T. Watanabe (Kyoto, Jepang), Kiaus-Dieter Varlop (Jerman), Young Je yoo (Korea), K. Miyamoto (Osaka Jepang), menjelaskan konsep teknologi ramah lingkungan dari bahan yang murah.

Sedangkan Don-Hee Park (Korea),  membahas status dan prospek bioenergi di Asia, yang  menekankan pentingnya "Low Carbon Green Industrial Development';  Aparat Mahakant (Thailand),  tentang TISTR Prospective on Biofuel Production from Mikroalgae; Poonsuk Prasertsan (Thailand), membahas Biohydrogen as an Alternative Energy for Palm Oil Mill; Yasumitsu Uraki (Jepang) memaparkan Saparation of woody biomass components and utilization of separated lignin.

Pada kesempatan yang sama, para delegasi dari negara Asia Tenggara menyampaikan laporan  tentang posisi teknologi dari negara masing-masing dan mengusulkan pentingnya membentuk jaringan kerja se-Asia (ASIA Network on Biorefinery Technology) untuk dapat mengembangkan teknologi tersebut secara bersama-sama.

"Acara ini yang merupakan tindak lanjut dari 9 rekomendasi Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) dalam misinya PRO BIJAK (Bioteknologi untuk Indonesia Sejahtera, Aman dan Kompetitif) dalam upaya membangun Indonesia lebih baik melalui program "go clean and green" di seluruh sektor kehidupan masyarakat", lanjut Bambang dalam kesempatan jumpa pers.

Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Nasional, para Pejabat LPNK dilingkungan Ristek, Perwakilan dari Sekretariat Asean,  para peneliti LIPI, Pusat Studi Bioteknologi UGM, Univeritas Pelita Harapan, Universitas Atmajaya, pihak swasta terkait serta pemerhati iptek.(humasristek/IWR)

 

Sumber : http://www.ristek.go.id/index.php?module=News%20News&id=5416

Video Bioteknologi LIPI


Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Seputar Biotek

MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA KUNJUNGI PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGI LIPI

 

uad1Cibinong, 28 November 2019Keingintahuan masyarakat akan penelitian dibidang bioteknologi akhir-akhir ini semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya permintaan kunjungan ilmiah ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menerima kunjungan dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebanyak 91 orang. Kegiatan kunjungan ini diterima di Gedung Bioteknologi Peternakan dan dibuka dengan pengenalan dan pemutaran video Profil Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI dan dilanjutkan tur ke laboraorium.

Tujuan dari kunjungan ini adalah selain sebagai kegiatan rutin diluar kampus juga untuk memperdalam ilmu pengetahuan mahasiswa terkait bidang Bioteknologi dengan melihat secara langsung laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Pada kunjungan kali ini para peserta mengunjungi Laboratorium Genetika Molekuler dan Modifikasi Jalur Biosintesis Tanaman, Laboratorium Biokatalis dan Fermentasi dan Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman.

Read more...

Laporan

 laptah2018 

cover rb2017 

lkj2018

kunjungan

pelatihan

pembimbingan

pengujian

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI