LIPI Gandeng Petani Produksi Tepung Singkong

Tue, 23 Oct 2018 - 18:06 WIB

isibio2018Petani di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo panen singkong di lahan miliknya. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) melirik Boyolali sebagai salah satu sentra produksi singkong untuk mengembangkan teknik pengolahan berbasis teknologi. Sehingga efektif dan menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Penelitian bioteknologi LIPI, Dr Ahmad Fatoni Meng, Senin (22/10), menjelaskan, dalam upaya pengembangan teknologi pengolahan singkong, salah satunya dengan teknologi Modified Cassava Flour (Mocaf). Yakni mengolah singkong menjadi bahan serupa tepung yang bisa menjadi produk olahan makanan, misal mie dan roti.

LIPI sudah melakukan survei produksi singkong di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo. ‘’Potensi singkong di Boyolali sangat besar. Saya survei yang kita lakukan kemarin di Desa Singosari, ada jenis singkong yang satu pohon mampu menghasilkan buah sebesar 20 kg,’’ katanya.

LIPI Tawarkan Teknologi Biorefineri Untuk Alternatif Bagan Bakar Fosil

Isibio2018Sejumlah Peneliti LIPI Saat Memeberikan Keterangan Pers Soal Biorefineri Di IICC Bogor (Foto : PJ/ Herman).

Bogor- Penelitian terkait pemanfaatan biomasa non-pati di Indonesia dinilai belum menyeluruh, sehingga penerapannya belum optimal. Padahal Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan optimalisasi penggunaan biofuel untuk sarana transportasi di Insonesia, yang mewajibkan penggunaan bahan bakar minyak jenis solar dicampur 20 persen komponen biofuel berbahan dasar minyak nabati (B20).

Demikian dikatakan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati disela-sela Symposium Internasional di IPB International Convention Centre (IICC) Bogor. Menurutnya, LIPI telah mengembangkan teknologi biorefineri berbasis biomasa non-pati untuk menggantikan bahan bakar fosil.

"Kita perlu memberi solusi pengembangan biomasa agar segera terimplementasikan menjadi energi alternatif melalui teknologi biorefineri," ujar Enny kepada pewarta, Rabu (10/10/2018).

Teknologi Biorefineri untuk alternatif bahan bakar Fosil

Isibio2018sumber:trustmediaid

Tantan Husnatani

trustmediaid.com, Bogor- LIPI menggelar simposium internasional ISIBio 2018 kelima mengenalkan teknologi biorefineri sebagai alternatif bahan bakar fosil mendukung kebijakan B20.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tawarkan teknologi biorefineri sebagai alternatif bahan bakar fosil mendukung kebijakan pemerintah penggunaan biofuel untuk sarana transportasi atau B20.

“Kita perlu memberi solusi pengembangan biomasa agar segera terimplementasi menjadi energi alternatif melalui teknologi biorefineri,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, LIPI, Prof Enny Sudarmonowati dalam simposium internasional ISIBio ke-5 tahun 2018 di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Ia mengatakan, penelitian pemanfaatan biomasa non-pati sudah cukup banyak dikembangkan para peneliti Indonesia.

Tetapi, pengembangannya belum menyeluruh sehingga penerapan penelitian pemanfaatan biomasa non-pati belum optimal.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI