Bupati Tabalong Tanam Padi Riset LIPI di Bintang Ara

Jumat, 26 Oktober 2018 05:36

Berita Tabalong

tabalongSEMANGAT : Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, Deputy Ilmu Pengetahun Hayati pada LIPI, Enny Sudarmonowati dan Kepala Distan Kabupaten Tabalong Johan Noor Efendi bersama warga menanam padi Varitas Lipigo 1 dan Lipigo 2 di Desa Bintang Ara, Kamis (25/10/18).

PROKAL.CO, TANJUNG -- Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menanam padi tadah hujan hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Desa Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Kamis (25/10/18). Ia menanam bersama Deputy Ilmu Pengetahun Hayati pada LIPI, Enny Sudarmonowati dan masyarakat setempat.

Apa yang dilakukan mereka, merupakan simbolis mempererat kerja sama antara kedua lembaga pemerintah tersebut, di bidang pertanian. Setidaknya, hasil temuan itu ditanam di lahan pegunungan seluas 25 hektare. Padi yang ditanam itu diberi nama Varitas Lipigo 1 dan Lipigo 2.

Namun, kerja sama ini juga terkait dengan pembuatan pupuk organik dan obat pembunuh hama, yang dimanfaatkan pada padi yang ditanam tersebut. Sehingga hasilnya sesuai harapan.

TEKNOLOGI PERTANIAN: LIPI Tertarik Kembangkan Teknologi Pengolahan Singkong di Wilayah Boyolali

Penulis:Yulianto.

Senin, 22 Oktober 2018 | 15:02 32

singkongIlustrasi: foto Dok

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Potensi pertanian berupa singkong di wilayah Boyolali sangat besar. Kondisi ini menarik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) untuk datang ke Boyolali. Yakni mengembangkan teknologi pengolahan singkong.

Meski berpotensi menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi, namun selama ini hasil panen singkong di Boyolali hanya sekedar menjadi pakan ternak saja. Dr Ahmad Fatoni M.eng dari pusat penelitian bioteknologi LIPI, Senin (22/10) menjelaskan, dalam upaya pengembangan teknologi pengolahan singkong, salah satunya dengan teknologi Modified Cassava Flour (Mocaf), yakni mengolah singkong menjadi bahan serupa tepung yang bisa menjadi produk olahan makanan, misal mie dan roti.

“Potensi singkong di Boyolali sangat besar. Saya survey yang kita lakukan kemarin di Desa Singosari, ada jenis singkong yang satu pohon mampu menghasilkan buah sebesar 20 kg,” jelasnya Senin 22 Oktober 2018.

LIPI Akan Terapkan Teknologi Pengolahan Singkong Di Boyolali

singkongIlustrasi: foto Dok

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengembangkan teknologi pengolahan singkong di Boyolali untuk memaksimalkan potensi singkong yang melimpah. Meski berpotensi menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, namun selama ini hasil panen singkong di Boyolali lebih sering menjadi pakan ternak saja.

Dr Ahmad Fatoni M.eng dari pusat penelitian bioteknologi LIPI, Senin (22/10) menjelaskan, dalam upaya pengembangan teknologi pengolahan singkong, salah satunya dengan teknologi Modified Cassava Flour (Mocaf), yakni mengolah singkong menjadi bahan serupa tepung yang bisa menjadi produk olahan makanan, misal mie dan roti.

“Potensi singkong di Boyolali sangat besar. Saya survey yang kita lakukan kemarin di Desa Singosari, ada jenis singkong yang satu pohon mampu menghasilkan buah sebesar 20 kg,” katanya.

Sayangnya, meski produksinya besar, namun pemabfataan singkong masih terbatas. Di wilayah Boyolali utara misalnya, sambung Fatoni, singkong hanya digunakan untuk pakan ternak saja. Bahkan bila harga jual sedang rendah, terkadang singkong yang sudah memasuki masa panen hanya dibiarkan. “Kita akan kenalkan dan terapkan teknologi pasca panen. Sebab dengan besarnya potensi produksi, pengolahan singkong di Boyolali belum maksimal,”

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI