Petani Subang Minati Singkong Unggul LIPI

singkongPanen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11). (Foto: Ari Rikin)

Ari Supriyanti Rikin / MPAKamis, 8 November 2018 | 17:11 WIB

Subang- Singkong unggul hasil riset dan inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diminati petani Subang, Jawa Barat. Lebih dari 5 hektare (ha) lahan petani ditanami singkong unggul LIPI yang kaya betakarotin dan baik untuk kesehatan.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, LIPI sudah memiliki 12 klon atau jenis singkong unggul yang sudah didesiminasikan ke sejumlah wilayah.

"Di antaranya ada jenis Adira 1 dan Adira 4 yang diinovasi dengan radiasi sinar gamma, sehingga hasilnya lebih besar dan kandungan betakarotennya tinggi," katanya dalam panen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11).

Tanam Bersama Padi Gogo hasil riset LIPI

Oleh Media Center   Kamis, 25 Oktober 2018

tabalongsumber : http://portal.tabalongkab.go.id

MediaCenter,Tabalong – Desa Bintang Ara Kabupaten Tabalong menjadi salah satu lokasi kegiatan perdana Tanam Bersama Padi Gogo hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong di bidang pertanian.

Dengan luasan tanah 25 hektar yang merupakan lahan terlantar atau lahan bekas perkebunan yang tidak digunakan lagi , maka LIPI berupaya memanfaatkan lahan tersebut dengan mengembangkan dua varietas padi gogo Inpago LIPI Go 1 dan Inpagi LIPI Go 2.

Hal tersebut diungkapkan Enny Sudarmonowari selaku Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI saat ditemui awak media.

Dijelaskannya, dua varietas padi gogo yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi ini memiliki keunggulan dapat dipanen pada usia 110 sampai 113 hari sejak benih ditanam.

“selain itu juga produktivitasnya  tinggi dengan potensi hasil rata-rata 4,5 ton gabah kering giling per hektar, lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional sebanyak 3,5 ton per hektare selain itu Varietas ini juga tahan terhadap penyakit Blas dan cekaman Aluminium yang banyak ditemukan di daerah termasuk di Kalimantan Selatan,” papar Enny.

Padi Inpago LIPI Akan Ditanam di Lahan Sub Optimal di Tabalong

24 Oktober 2018

padisumber : Setiyo Bardono

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan menggelar “Tanam Bersama Padi Gogo dan Aplikasi Hasil Riset LIPI di Bidang Pertanian” di desa Bintang Ara, kecamatan Bintang Ara, kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan pada Kamis (25/10/2018). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan LIPI terhadap program ketahanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

Padi merupakan bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Indonesia menjadi negara pengkonsumsi beras tertinggi ketiga dunia setelah Tiongkok dan India dengan jumlah konsumsi beras mencapai 37,4 juta ton. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras mulai dari penyediaan bibit unggul, penyediaan saran produksi, sampai perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan terlantar dan lahan bekas perkebunan yang tidak digunakan lagi.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan salah satu kendala perluasan areal tanam adalah makin luasnya Lahan Sub Optimal (LSO) dengan karakteristik berupa beriklim kering, memiliki keterbatasan air, berbatu, serta mempunyai kandungan pirit dan salinitas tinggi.

“LIPI telah mengembangkan dua varietas padi gogo Inpago LIPI Go1 dan Inpago LIPI Go2 yang dapat dimanfaatkan di lahan-lahan bekas perkebunan,” jelas Enny dalam keterangan tertulis yang diterima Technology-Indonesia.com pada Rabu (24/10/2018).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI