Print

Ilmuwan Indonesia Kembangkan Supermikroba dengan Rekayasa Genetika, Begini Hasilnya

Sabtu, 7 April 2018 16:08 WIB

website12

 

Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi yang tergabung dalam Konsorsium Peneliti Bioproses Biorefineri tengah fokus mengembangkan Super Mikroba untuk menghasilkan energi alternatif dengan rekayasa genetika. Super Mikroba ini berasal dari mikroba asli Indonesia.

Potensi mikroba lokal untuk dijadikan Super Mikroba amatlah besar, terutama guna mendukung teknologi proses untuk biorefineri. “Secara sederhana, biorefineri sama seperti oilrefineri atau bahan bakar minyak dari fosil yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi,” jelas Yopi, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI sekaligus Manajer Proyek Biorefineri.

Yopi melanjutkan, biorefineri akan menjadi alternatif baru dan sesuai untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena biorefineri berbasis bahan mentah lokal seperti biomassa non-pati yang merupakan kumpulan biomassa hasil industri pertanian, kehutanan, perkebunan dan lainnya yang cukup melimpah di Indonesia. Biomassa ini misalnya saja berasal dari sisa industri kelapa sawit, tebu yang menghasilkan sisa-sisa daun, tandan kosong dan batang tumbuhan, dan sebagainya.

Print

LIPI Bangun Laboratorium BSL-3 Untuk Jamin Kualitas Riset Pangan

Oleh : Budi Seno P Santo 06 April 2018 21:04 WIB

website11

JAKARTA: Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar Good Laboratory Practice (GLP). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencermati bahwa fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Untuk itulah, LIPI membangun Laboratorium Biosafety Level-3, di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada acara peletakan batu pertama, Jumat (6/4/2018), Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto dalam sambutannya menyatakan, laboratorium ini kelak juga bisa digunakan kalangan umum. "Khususnya, untuk penelitian kalangan perguruan tinggi di bidang pangan dan obat-obatan," tuturnya.

Di satu sisi, dia juga berharap, pembangunan laboratorium ini bisa berjalan tepat waktu. Paling tidak, ujarnya, akhir tahun 2018 ini sudah selesai.

Print

Laboratorium BSL-3 LIPI Siap Beroperasi Tahun Depan

website10

Peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4). ( Foto: Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin ) Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sangat diperlukan di Indonesia. LIPI siap mengoperasikan laboratorium obat dan pangan fungsional di awal 2019.

Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 6 April 2018 | 16:05 WIB

Bogor - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan di awal 2019 laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) siap beroperasi untuk menjamin kualitas riset obat dan pangan fungsional. Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar good laboratory practice (GLP). Untuk itu, LIPI mencermati bahwa fasilitas laboratorium sudah sangat diperlukan di Indonesia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, mengatakan, kehadiran labolatorium ini diharapkan memperkecil ketimpangan (gap) antara fasilitas penelitian di dalam dengan luar negeri. Dengan ketersedian labolatorium yang cukup canggih bisa menarik diaspora untuk kembali berkarya di tanah air.

"Proyek fasilitas BSL3 dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBDN) senilai Rp 55 miliar. Diharapkan labolatorium ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, penguna lainnya, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya," katanya di sela-sela peletakan batu pertama fasilitas BSL3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden, Bogor, Jumat (6/4).

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI