• banner biotek2
Print

Gas Pembunuh itu Bernama Sarin

on .

Gas Pembunuh itu Bernama Sarin

Seorang petugas sipil bernafas melalui botol oksigen, setelah dugaan serangan gas di kota Khan Sheikhoun di kota yang dikuasai pemberontak Idlib, Suriah, Selasa (4/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Abdullah

09 April, 2017 dibaca normal 3:30 menit
  • Senyawa kimia berbahaya seperti sarin kerap dipakai untuk menyerang orang lain
  • Sarin menyebabkan penyempitan pupil mata, sesak napas, otot menegang, dan kontraksi saluran pencernaan
Gas-gas kimia berbahaya sering dijadikan senjata. Serangan gas terakhir yang terjadi adalah di Suriah, merenggut setidaknya 86 jiwa.
 

tirto.id - Bagi sejumlah manusia, menjadi Tuhan adalah sebuah ambisi. Proses pencapaiannya pun mau tidak mau diikuti dengan konsekuensi buas: melawan kemanusiaan itu sendiri. Aksi menjadi Tuhan itu dilakukan salah satunya oleh Shoko Asahara. Dalam bukunya, Asahara menyatakan dirinya adalah “Kristus” dan memaklumatkan bahwa Jepang sudah dicerahkan dan dianggap sebagai “anak domba Allah.” Ia menerangkan tentang ramalan kiamat—yang ia sebut sebagai Perang Dunia III—sebuah istilah yang ia ambil dari Kitab Wahyu 16:16, serta kemampuannya mentransfer kekuatan spiritual yang mampu menghapus dosa para pengikutnya.Tak puas dengan omong kosongnya, ia beserta pengikutnya membuktikan kesangaran mereka dengan berbondong-bondong membawa truk besar ke dekat rumah seorang hakim. Truk ini berisi alat pembeku yang mampu melepaskan sarin ke sekelilingnya. Aksi ini adalah perlawanan atas gugatan sengketa real-estate yang mereka anggap sebagai perbuatan melawan Kristus. Setelah aksi pertama, mereka kemudian melepaskan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo. Serangan ini menewaskan 12 orang, melukai 50 orang, dan setidaknya ada 5000 orang lain mengalami masalah penglihatan.Asahara dan pengikutnya tergabung dalam sebuah sekte kontroversial di Jepang yang dikenal sebagai Aum Shinrikyo.Tragedi tersebut dituliskan kembali oleh Haruki Murakami dalam buku Underground: The Tokyo Gas Attack and the Japanese Psyche, dua tahun setelahnya. Dalam bukunya, Murakami mengkritik pemerintah Jepang yang terlalu berfokus pada para penyerang dan mengabaikan kehidupan korban serangan gas sarin.  Murakami mewawancarai 60 korban serangan dan 8 anggota sekte Aum Shinrikyo.

Print

Menjaga Api Kebangkitan Sains

on .

 
28 Oktober 2016. Delapan puluh delapan tahun lalu, 17 tahun sebelum Indonesia merdeka, puluhan pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda di Jakarta. Mereka membangun kesadaran "berbeda tetapi satu", yang ampuh mengawal perjalanan bangsa yang merdeka kemudian. Kini, meneropong masa depan, para peneliti berprestasi percaya kebangkitan bangsa, di antaranya melalui sains.

Tengoklah betapa banyak pelajar meraih pencapaian terbaik dalam kompetisi internasional. Mereka menjadi kampiun.

Sebagian di antara mereka kini duduk di kampus-kampus terbaik di sejumlah negara maju. Ada juga yang menjadi peneliti, termasuk di Lembah Silikon, AS, "gudang" industri berbasis teknologi, seperti komputer dan semikonduktor.
Print

Inilah Produk Susu Olahan dan Gudeg Kaleng Ala LIPI

on .

Ilustrasi: Produk susu olahan dan gudeg kaleng Ala LIPI. (Foto: lipi.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM - Gelaran Pekan Inovasi Teknologi (PIT) 2016 memang telah usai dilaksanakan pada 12 – 16 Oktober 2016 lalu di Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat. Namun demikian, ada yang menarik dari gelaran tersebut, yakni antusiasme para pengunjung tergolong tinggi terhadap beragam produk riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ditampilkan, terutama produk susu olahan dan gudeg kaleng.

Lebih spesifik kepada produk olahan susu LIPI. Produk ini muncul untuk menjawab permasalahan kurangnya susu lokal di Indonesia. Para peneliti LIPI menemukan teknologi pengolahan susu agar menghasilkan produk susu yang aman, berkualitas, dan memenuhi harapan pasar.

“Prinsip teknologi dari Unit Pengolahan Susu ini adalah melahirkan teknologi yang ramah lingkungan dan zero waste (tanpa sampah, Red),” kata Kepala Subbidang Diseminasi dan Kerjasama Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi LIPI, Angga Wijaya Holman Fasa, Kamis (13/10), di sela-sela pameran PIT 2016, seperti yang dilansir situs lipi.go.id.

Selain menghasilkan susu, Angga melanjutkan, para peneliti memanfaatkan pula teknologi pengolahan susu untuk menghasilkan produk turunan lainnya, seperti yogurt dan keju mozzarella. Produk-produk olahan susu dan turunannya ke depan akan diproduksi secara massal. “Produksi akan menggandeng pihak swasta dan itu tergantung regulasi pemerintah,” katanya.

Selain produk olahan susu, makanan khas Yogyakarta, gudeg kaleng juga menjadi perhatian para pengunjung PIT.

Gudeg yang tampil dalam gelaran itu adalah Gudeg Kaleng Bagong, yakni gudeg kering yang diproduksi oleh perusahaan gudeg ternama di Yogjakarta, Gudeg Yu Djum. Teknologi pengalengan gudeg ini dikembangkan oleh Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI Gunungkidul, Yogyakarta.

Teknologi gudeg kaleng LIPI memang tergolong spesial. Normalnya, gudeg hanya bisa tahan selama kurang lebih dua hari, tetapi dengan teknologi pengalengan ini, Gudeg Kaleng Bagong tetap nikmat untuk disantap sampai dengan 18 bulan biarpun tanpa pengawet. Tambahan lagi, rasa Gudeg Kaleng Bagong tidak akan berubah dan akan tetap nikmat untuk dimakan.

Gudeg kaleng tersebut direncanakan akan dijual di berbagai supermarket di Indonesia. Langkah ini setelah mendapatkan sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

Penulis: Dewasasri M Wardani13:43 WIB | Sabtu, 22 Oktober 2016

Editor : Sotyati

Sumber : http://www.satuharapan.com/read-detail/read/inilah-produk-susu-olahan-dan-gudeg-kaleng-ala-lipi

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker

icon-pelatihan-b

icon-kunjunganilmiah-b

icon-pengujianbiotek-b

icon-pembimbingan-b

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI