LIPI logo 2013 PUSAT PENELITIAN BIOTEKNOLOGILOGO-70-thn 259x259

 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

ibibrochuregistered

                 International Symposium 16-18 September 2015                                                                                                

Print

Pelatihan Audit Internal Laboratorium Pengujian Sistem ISO/IEC 17025: 2008 Satuan Kerja LIPI Cibinong

 

Kualitas haauditisolabsil pengujian yang baik dan laboratorium yang terstandar merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki lembaga penelitian dalam melaksanakan layanan pengujian laboratorium terakreditasi. Agar sebuah layanan dan laboratorium dapat dikatakan terakreditasi, adalah dengan menerapkan sistem ISO/IEC 17025: 2008 serta telah menerapkan sistem tersebut selama 3 bulan dan telah melaksanakan 1 kali Audit Internal.

Dalam penerapan sistem ini, proses audit internal memegang peranan penting. Proses ini dilaksanakan oleh anggota laboratorium, peneliti atau teknisi yang akan mengajukan akreditasi dan memiliki kriteria sebagai auditor.

Syarat seseorang untuk dapat menjadi auditor adalah memiliki sikap etis, terbuka, diplomatis, suka memperhatikan, cepat mengerti, luwes, tangguh, tegas dan percaya diri. Selain itu, auditor juga harus ditunjang dengan pengetahuan tentang situasi organisasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mengingat pentingnya audit internal serta kualitas auditor dalam penerapan ISO/IEC 17025:2008, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dimotori oleh Pusat Inovasi mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia calon auditor.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 26-28 Agustus 2015, bertempat di Gedung Widya Satwaloka Pusat Penelitian Biologi . Peserta pelatihan berasal dari satuan kerja di kawasan Cibinong Science Center -Botanical Garden yaitu Pusat Penetian Biologi, Pusat Penelitian Bioteknologi, Pusat Penelitian Biomaterial dan Pusat Penelitian Limnologi.

Materi pelatihan yang diberikan adalah implementasi persyaratan manajemen SNI ISO/IEC 17025:2008, implementasi persyaratan teknis SNI ISO/IEC 17025:2008, teori audit laboratorium berdasarkan KAN-G04, komunikasi audit, daftar periksa audit laboratorium dan praktek audit di laboratorium. Pemateri berasal dari P2SMTP LIPI yang tentunya telah memiliki sertifikat sebagai trainer ISO/IEC 17025. (Esti Baina/humas)

 

Print

Kegiatan Bio-refinery Puslit Bioteknologi LIPI Tampil dalam Workshop dan Ekspos Kegiatan Kolaborasi SATREPS

satreps2015Kolaborasi penelitian antar-negara merupakan salah satu motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia dan Jepang, diwakili perguruan tinggi serta lembaga penelitian kedua negara, telah memulai kolaborasi penelitian sejak tahun 1981. Kemudian pada tahun 2008, untuk lebih menghasilkan impak nyata, kolaborasi ini ditingkatkan dalam kerangka program Sciences and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Bidang-bidang fokus program ini mencakup energi dan lingkungan hidup, pemanfaatan sumber daya hayati (bioresources), kesehatan (infectious disease control), dan bencana alam (natural disaster prevention).

Untuk menampilkan hasil kolaborasi penelitian SATREPS, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengadakan kegiatan Workshop and Expose SATREPS pada 24 Agustus 2015, bertempat di ruang pertemuan Hotel Millenium Jakarta.

Dalam kegiatan yang diikuti beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian Indonesia ini, Puslit Bioteknologi LIPI mengirimkan delegasi kegiatan kolaborasi penelitian berjudul "Innovative Bio-Production Indonesia (iBioI) :Integrated Bio-Refinery Strategy to Promote Biomass Utilization using Super-microbes for Fuels and Chemicals Production".

Kolaborasi penelitian berjangka waktu 5 tahun (2013-2018) ini bertujuan memproduksi bahan bakar terbarukan serta produk kimia dengan memanfaatkan biomassa dan mikroba terseleksi. Tidak terbatas penelitian terkait substansi bioresources, kegiatan ini juga mencakup studi kelayakan usaha bagi hasil penelitian, khususnya di Indonesia. (Angga WHF)

Print

Pengolahan limbah kulit buah buahan menjadi selulosa oleh bakteri Acetobacter sp. RMG-2

buahan Limbah kulit buah buahan merupakan media yang cukup baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah mencari bahan baku alternatif untuk membuat selulosa (nata) melalui seleksi terhadap 5 macam ekstrak kulit buah buahan. Ekstrak kulit buah sawo (Acrhras zapota L.), apel (Malus sylvestris L.), srikaya (Annona squamosa L.), manggis (Garcinia mangostana L.), dan pir (Pyrus bretschneiden) digunakan sebagai medium fermentasi. Acetobacter sp. RMG-2 digunakan sebagai inokulum untuk menghasilkan selulosa. Beberapa komposisi ekstrak kulit buah dan air kelapa dikombinasikan untuk mendapatkan selulosa terbaik. Pada media ekstrak kulit buah sawo 100% (GAA-SW1) menghasilkan selulosa sebesar 24,1 g berat basah (1,6 g berat kering) dengan tebal selulosa rata rata 1,2 cm. Sementara menggunakan ekstrak kulit buah Pir (100%) dapat menghasilkan selulosa dengan tebal 1,3 cm dan berat basah 42,4 g ( 1,95 g berat kering), sedang menggunakan ekstrak kulit buah apel (100%) selulosa yang terbentuk relatif tipis (0,2 cm), 2,5 g berat basah (0,2 g berat kering),

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker